Light Dark

Dari 2044 Tersisa 588 Unit, Ini Langkah DPKUKM Selamatkan Koperasi di Sukabumi

Bisnis | 18 Jan 2020, 14:15 WIB

Dari 2044 Tersisa 588 Unit, Ini Langkah DPKUKM Selamatkan Koperasi di Sukabumi

Bisnis | 18 Jan 2020, 14:15 WIB
Kepala Bidang Koperasi DPKUKM Kabupaten Sukabumi, Reni Ratnawati di ruang kerjanya. | GARIS NURBOGARULLAH

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi, mencatat sebanyak 588 Koperasi yang masih aktif dari total 2.044 Koperasi di Kabupaten Sukabumi. 

BACA JUGA: DPKUKM Beberkan Penyebab Koperasi di Kabupaten Sukabumi Bertumbangan

Kepala Bidang Koperasi DPKUKM Kabupaten Sukabumi Reni Ratnawati mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan Koperasi tidak lagi aktif. Salah satunya kurang memahami apa itu Koperasi dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

"Ketika pembentukan Koperasi banyak yang belum paham, apa itu Koperasi dan tujuan dari Koperasi itu sendiri, sehingga banyak yang tidak aktif," ujar Reni kepada sukabumiupdate.com, Jumat (18/1/2020).

Selain itu, pada waktu itu pemerintah pusat ada program Koperasi Usaha Tani (KUT) dari pemerintah pusat, sehingga banyak yang mendirikan Koperasi hanya untuk mengakses program tersebut.

"Tujuan mereka mendirikan Koperasi itu bukan untuk mensejanterakan masyarakat melainkan hanya mengakses program KUT. Tidak menjamin juga bantuan modal ada dari pemerintah sementara SDMnya belum siap," jelasnya.

Kendati demikian, Reni mengaku akan terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan agar masyarakat memahami apa itu Koperasi serta fungsinya. Apalagi mindset masyarakat saat ini bahwa Koperasi itu hanya bentuk simpan pinjam, padahal bukan hanya sebatas itu.   

BACA JUGA: DPKUKM Buka Peluang Ekspor Mandiri untuk Pelaku Usaha Sukabumi

"Melalui penyuluhan dan bimbingan teknik baik secara kelembagaan usaha, serta pengawasan kami lakukan agar Koperasi di Kabupaten Sukabumi ini terus berkembang dan merasakan manfaatnya. Meskipun dengan  keterterbatasan anggaran untuk sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan aparat yang berada di tingkat kecamatan, dan desa," imbuh Reni.

Lanjut Reni, sebagai bukti kepedulian pemerintah Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat dan gerakan koperasi, saat ini sedang disusun naskah kajian akademis.

"Perda pemberdayaan perkoperasian untuk mendorong Koperasi yang sehat maju, dan mandiri serta merubah mindset masyarakat tentang apa itu koperasi," tandasnya. 

Image

Redaktur

Image

Reporter

Image

Reporter