Menu

09 Okt 2019, 14:42 WIB

Ikan Tembang, Alasan Nelayan Palabuhanratu Melaut di Tengah Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Ikan tembang yang saat ini menjadi buruan nelayan Palabuhanratu. Demi ikan ini, nelayan tetap melaut meskipun adanya peringatan dini gelombang tinggi. | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Nelayan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi nekat melaut di tengah ancaman gelombang tinggi.

Jefri (38 tahun) salah satunya. Nelayan perahu congkreng ini bukan tidak takut ancaman gelombang tinggi seperti yang di prediksikan BMKG, namun selain karena kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga karena saat ini sedang musim ikan tembang. Karena hal itu dia melaut.

BACA JUGA: Nelayan Sukabumi Hati-hati! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi

"Sudah beberapa hari ini para nelayan kalau tidak salah lima hari sedang banyak ikan tembang, makanya mereka tetap melaut," ujar Jefri, kepada sukabumiupdate.com, Rabu (9/10/2019).

Dijelaskan Jefri, saat ini dalam satu hari nelayan perahu congkreng dan perahu payangan bisa mendapatkan kurang lebih lima kuintal ikan tembang dan tongkol kecil. 

BACA JUGA: Gelombang Tinggi Mengancam, Nelayan Palabuhanratu Nekat Melaut

Menurut Jefri, jarak tangkapan nelayan congkreng tidak terlalu jauh kalau berangkat magrib dan bisa pulang sekitar pukul 21.00 WIB dengan hasil tangkapan ikan tembang. Tapi kalau nelayan Payangan berangkat pada pagi dan pulang sore dengan tangkapan ikan tongkol. 

Nelayan lainnya, Enif (40 tahun) mengaku saat ini memang arus laut sedang kuat. Maka dari itu, sebelum melaut para nelayan selalu mempersiapkan perlengkapan alat keselamanatan kerja. Nelayan pun cari aman, melaut namun tidak terlalu jauh dari daratan.

BACA JUGA: Perahu Nelayan Ujung Genteng Rusak Dihantam Ombak Tinggi di Pantai Cidaun

"Kan jaraknya tidak terlalu jauh kalaupun terjadi gelombang tinggi kita pasti menepi. Tapi sejauh ini masih aman. Sayang juga kalau tidak melaut," jelasnya.

Reporter : NANDI
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari suara.com, pandemi virus corona memang tidak hanya membuat orang terinfeksi Covid-19. Tapi juga membuat pasien penyakit lainnya mestir menunda pengobatannya. Selama lebih dari dua bulan sudah...

SUKABUMIUPDATE.com - Selama lebih dari dua bulan di rumah saja, setiap orang tentu mengalami perubahan dari segi kegiatan. Dilansir dari tempo.co, beberapa di antaranya mungkin melakukan dengan berlebihan, namun...

SUKABUMIUPDATE.com - Kabupaten Cianjur tercatat dalam daftar 15 kota/kabupaten di Jawa Barat yang termasuk level 2 atau zona biru pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar...

SUKABUMIUPDATE.com - Masjid Al-Aqsa akan dibuka kembali pada Minggu (31/5) mendatang setelah ditutup selama dua bulan untuk menekan sebaran virus corona. "Semua pintu (kompleks) Masjid Al Aqsa akan dibuka saat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya