Menu

Senin, 07 Oktober 2019, 13:00 WIB

Nelayan Sukabumi Hati-hati! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Perahu nelayan Cisolok yang terdampar akibat diterjang ombak besar di Pantai Palabuhanratu. | Sumber Foto:Dok.SU

SUKABUMIUPDATE.com – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi yang diprediksi terjadi di perairan Selatan Indonesia, Jawa Barat termasuk Sukabumi. Ketinggian gelombang di wilayah ini bisa mencapai 4 meter dan berbahaya bagi aktivitas pelayaran, khususnya nelayan dengan perahu kecil.

Dalam website resmi BMKG, disebutkan terdapat pola sirkulasi udara di Selat Karimata bagian selatan dan Teluk Cendrawasih. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan 4 - 15 knot.

BACA JUGA: Lima Hari Diterjang Gelombang Tinggi, Perairan Ujunggenteng Kini Normal

Sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur - Selatan dengan kecepatan 4 - 25 Knot, selatan Banten dan sejumlah perairan di wilayah selatan. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

"Tinggi gelombang 2.50 - 4.0 m (tinggi) berpeluang terjadi di perairan barat P Simeulue-Kepulauan Mentawai, Enggano Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali-lombok-alas bagian selatan, Samudra hindia barat Sumatera dan Samudra hindia selatan Jawa Timur hingga NTT,” tulis BMKG.

BACA JUGA: Diterjang Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan Ujunggenteng Libur Melaut

Peringatan dini ini dirilis Sabtu kemarin dan berlaku hingga Selasa besok (8/10/2019). BMKG meminta perhatian risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. 

Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tutup rilis BMKG.

Redaktur : ANDRI SOMANTRI
Sumber : BMKG
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Nelayan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi nekat melaut ditengah ancaman gelombang tinggi. Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Selatan Indonesia, Jawa Barat...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 68 warga Jawa Barat yang tengah berada di wilayah konflik Wamena, Papua akan segera dipulangkan. Dari 68, enam orang diantaranya tercatat warga Kabupaten Sukabumi dan satu...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi memprediksi hujan turun secara merata di wilayah Palabuhanratu pada bulan November mendatang.  BACA JUGA: Nelayan Sukabumi Hati-hati! BMKG Keluarkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Ijam (46 tahun) warga Gadog, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi sudah lama merantau di Wamena, Provinsi Papua untuk mencari nafkah. Istri Ijam, Ati mengungkapkan, suaminya sudah tiga...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya