Menu

23 Mar 2019, 19:30 WIB

Pinjaman Online Menjamur, OJK: Laporkan dan Akan Ditindaklanjuti

Kabag Administrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lutfi diwawancarai awak media usai mengisi acara di Sukabumi, Sabtu (23/3/2019). | Sumber Foto:Ruslan AG

SUKABUMIUPDATE.com - Maraknya jasa pinjaman online yang berbuntut penipuan kian meresahkan. Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Administrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lutfi mengimbau masyarakat lebih waspada. Menurut Lutfi, masyarakat bisa mencegah agar tak menjadi korban jasa pinjaman online.

BACA JUGA: Tips Usaha dari Mahmud, Owner Bakso Mercon Beranak Batok di Cikembar Sukabumi

"Yang bisa mencegahnya adalah diri kita sendiri. Tapi tetap kami berikan pemahaman kepada masyarakat tentang sektor-sektor keuangan, salah satunya tentang pinjaman online," kata Lutfi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (23/3/2019) usai sosialisasi di SMK Teknika Cisaat Sukabumi.

Menurut Lutfi dengan diberikannya pemahaman sektor jasa keungan akan sedikit membantu mencegah pinjaman online kepalang menjamur dan menambah jumlah korban, terlebih untuk kaum milenial.

"Ya, yang terpenting adalah diri kita sendiri. Ambil contoh, jika kita punya rumah terus dipagar retapi tidak dikunci, maka akan lebih mudah maling itu masuk," ujarnya.

BACA JUGA: Gandeng OJK, Hergun Berikan Ilmu Ekonomi Pada Pelajar SMK Teknika Cisaat

"Maka dari itu, harus hati-hati jika ingin meminjam uang. Yang pertama kenali dulu legalitas perbankannya seperti apa dan kantornya dimana. Kalau mengadu ke OJK, jelas bisa. Mau melalui telepon atau laporan secara tertulis, kami dari OJK akan segera menindaklanjuti," pungkasnya.

Reporter : RUSLAN AG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Tidak semua pasien positif virus corona harus tinggal di rumah sakit. Dilansir dari tempo.co, mereka yang tidak memiliki gejala dan layaknya orang sehat bisa melakukan isolasi mandiri...

SUKABUMIUPDATE.com - Setengah dari populasi Indonesia diperkirakan akan terinfeksi virus corona di Indonesia jika tak kunjung diberlakukan lockdown. Dilansir dari suara.com, hingga Jumat (27/3/2020), tercatat ada 893 kasus virus corona...

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi merilis data lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) per hari ini, Sabtu (28/3/2020). Tercatat ODP yang sehari sebelumnya berjumlah 202 orang,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus corona di Indonesia. Dilansir dari suara.com, dalam pernyataan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya