Menu

21 Jan 2019, 20:28 WIB

Upah Tak Dibayar, Buruh Garmen di Cicurug Sukabumi Ancam Mogok Kerja

Suasana aksi ratusan buruh di halaman perusahaan, Senin (21/5/2018). | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan buruh garmen PT Sentosa Utama Garmindo ancam mogok kerja dan duduki pabrik. Aksi tersebut buntut dari telatnya gajih yang semestinya mendapatkan pembayaran upah pada Selasa, 15 Januari 2019 lalu, namun hingga kini tak kunjung dibayar. 

Ketua DPC Gabungan Sarikat Buruh Indonesi (GSBI) Sukabumi, Dadeng Nazaruddin mengatakan hampir setiap bulan upah para karyawan PT Santosa Utama Garmindo yang berada di Kampung Caringinkaret RT 04/03, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi tersebut selalu telat.   

"Ya, hampir setiap bulan gaji karyawan selalu telat, keterlambatan pembayaran gaji akibat dari beberapa persoalan internal pabrik," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Senin (21/1/2019).

Dalam aksinya tersebut, kata Dadeng buruh menyampaikan tujuh tuntutan diantaranya, penerimaan gaji (upah) karyawan ditetapkan setiap tanggal 15, bulan berjalan. Apabila tanggal itu jatuh pada hari libur mingguan atau hari libur resmi nasional, maka pembayaran upah sebelum jatuh tempo tanggal tersebut.

"Setiap hari keterlambatan pembayaran upah dikenakan denda 5 persen setiap hari keterlambatan," katanya.

Selain itu, adanya konflik atau perselisihan antara pemilik gedung pihak PT Sentosa Utama Garmindo dengan  PT Yuksris tidak mengorbankan karyawan PT Sentosa Utama Garmindo menjadi jaminan karyawan. 

"Tidak boleh mengeluarkan aset-aset perusahaan tanpa ada kesepakatan dengan seluruh karyawan. Apabila ada peralihan kepemilikan perusahaan, maka sebelumya harus menyelesaikan terlebih dahulu hak-hak karyawan dan seluruh aset perusahaan menjadi jaminannya," katanya.

BACA JUGA: Buruh Pabrik Garmen di Cicurug Sukabumi Unjuk Rasa Tuntut Pesangon

Selanjutnya, membangun hubungan yang harmonis antara pihak perusahaan dengan karyawan PT Sentosa Utama Garmindo dan menolak dengan tegas cara premanisme.

"Tidak melibatkan pihak-pihak lain yang tidak memiliki kepentingan dalam urusan ketenagakerjaan di PT Sentosa Utama Garmindo. Terakhir apabila perusahaan meliburkan karyawannya bukan akibat kesalahan karyawan, maka perusahaan wajib membayar upah selama diliburkan tanpa ada penggantian hari kerja," tegasnya.

Apabila tuntutan seluruh karyawan PT Sentosa Utama Garmindo ini tidak dikabulkan atau tidak ada kesepakatan, maka kami seluruh karyawan akan melakukan mogok kerja. "Kalau perlu kita duduki perusahaan sampai tuntutan kami di kabulkan," pungkasnya.

Reporter : RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Rumah bekas tahanan Bung Hatta dan Sjahrir di komplek Setukpa Lemdikpol (Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan Polri) Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, baru terdaftar sebagai cagar budaya. Kepala Balai Pelestarian...

SUKABUMIUPDATE.com - Objek wisata alam Situ Datarnangka di Kampung Cekdam RT 07/02 Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi baru saja dikembangkan oleh para pemuda karang taruna. Lokasi tersebut bisa...

SUKABUMIUPDATE.com - Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo resmikan Gedung Pendidikan Yayasan Ummi Kulsum yang berlokasi di Jalan Pelda RE Suryanta Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, Kamis (23/1/2020). BACA JUGA: Amankan Pilkades...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Intelijen Negara atau BIN mengatakan bahwa Sunda Empire bisa dikategorikan sebagai kelompok yang belum berbahaya. Pasalnya, BIN belum menemukan Sunda Empire melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya melanggar...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya