Menu

Selasa, 08 Januari 2019, 06:45 WIB

Produksi Gula Merah Kelapa di Ciracap Sukabumi Menurun

Aktivitas pengrajin gula merah kelapa di Kampung Cigebang, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Sukabumi. | Sumber Foto:Ragil Gilang.

SUKABUMIUPDATE.com - Produksi gula merah kelapa di wilayah Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi menurun akibat kemarau panjang pada 2018 lalu. Pertumbuhan bunga kelapa (sintung, red) tidak berkembang normal karena kekurangan air.

"Hampir di setiap wilayah, pada saat ini kurang baik produksi air niranya. Disebabkan pohon kelapa tidak keluar bunganya. Biasanya pengrajin menamakan musim palek," kata Yatino (48 tahun), salah satu pengrajin gula merah kelapa di Kampung Cigebang RT 20 RW 05, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Senin (7/1/2019).

Dalam kondisi normal, para petani bisa memanen delapan jerigen ukuran 20 liter. Tapi saat musim palek, paling-paling hanya tiga hingga empa jerigen saja.

BACA JUGA: Harga Vanili Meroket, Maling di Cidolog Sukabumi Beraksi

"Kalau Palek kayak gini, kadang bisa total libur," imbuhnya.

Gula merah kelapa kini dijual di kisaran Rp 11-Rp 12 ribu ke tingkat pengepul. Sedikit lebih tinggi dibanding saat produksi normal.

"Harga cukup bagus karena memang produksi gula menurun," imbuhnya.

BACA JUGA: Harga Cabai Anjlok, Petani Cidolog Sukabumi Terpaksa Jual Cabai Mentah

Sementara itu pengrajin gula merah kelapa lainnya, Duyeh (44 tahun), mengatakan masa musim Palek tergantung intensitas curah hujan dan kesuburan lahan. Sesudah musim kemarau, sekitar 4 hingga 5 bulan, bunga kelapa atau sintung bisa tumbuh kembali.

"Dan dari tumbuh sintung menunggu  diproduksi sekitar tiga bulan," ujarnya.

"Memang sebagian ada yang palek. Produksi turun sampai 50 persen," tuturnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : MULVI MN
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Hendar Darsono menilai sektor peternakan memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurut anggota legislatif Fraksi Demokrat...

SUKABUMIUPDATE.com – Setelah menjalani masa observasi di Unit Gawat Darurat RSUD R Syamsudin SH, kondisi 13 siswa SD Fathia Islamic School yang mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi permen dari...

SUKABUMIUPDATE.com - Belasan siswa SD Fathia Islamic School Kota Sukabumi diduga mengalami keracunan usai memakan permen, Jumat (15/11/2019). Mereka kini berada di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi karena merasakan pusing...

SUKABUMIUPDATE.com - Semasa hidup, Nukro begitu akrab dengan para tetangganya di Kampung Pasirpogor RT 01/07, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Tetangga juga yang sering memberi makan pria tua yang diperkirakan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya