Menu

Selasa, 25 Desember 2018, 06:00 WIB

Tsunami Selat Sunda Tak Pengaruhi Tingkat Kunjungan Hotel di Pinggir Pantai Palabuhanratu

Pengunjung di Grand Inna Samudra Beach Hotel (GISBH). | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana tsunami yang menerjang wilayah Banten dan Lampung tidak mempengaruhi tingkat kunjungan wisata pantai di Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut setidaknya terlihat dari tingkat kunjungan hotel yang berada di pinggir Pantai Palabuhanratu.

Seperti yang terlihat di Grand Inna Samudra Beach Hotel (GISBH) Palabuhanratu, di Jalan Raya Cisolok KM 07, Desa Cikakak, Kecamatan Palabuhanratu. Tingkat kunjungan di hotel tersbeut cenderung meningkat.

Public Relation Grand Inna SBH, Syifa Rahma, mengatakan tingkat hunian hotel hari ini hampir penuh. Menjadi sekitar 80 persen, lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya.

BACA JUGA: Pasca Tsunami, Warga Tegalbuleud Sukabumi Hilang Kontak dengan Keluarga di Banten

"Alhamdulillah jumlah kunjungan hotel meningkat dibanding tahun lalu. Pengunjung dari warga di wilayah Sukabumi serta luar kota seperti Jakarta banyak. Dari mancanegara Korea, China, juga ada," kata Syifa kepada sukabumiupdate.com, Senin (24/12/2018).

Ia memprediksi tingkat kunjungan akan terus meningkat menjelang pergantian tahun 2019. Puncaknya diperkirakan tanggal 29 sampai 31 Desember 2018.

"Rame terus minggu ini, kemungkinan bisa mencapai 100 persen saat menjelang tahun baru nanti," tuturnya.

BACA JUGA: Warga Sukabumi Korban Tsunami Selat Sunda, Bupati Marwan: Masih Kita Monitor

Hal senada juga diungkapkan pengelola Hotel Augusta Palabuhanratu, Hedi Firmansyah. Tingkat kunjungan dihotelnya mencapai 80 persen. Durasi libur yang cukup panjang dibanding tahun lalu, diperkirakan jadi penyebab kunjungan wisatawan lebih tinggi.

"Kejadian tsunami di Banten tidak begitu berpengaruh terhadap okupansi, sudah jauh-jauh hari pengunjung membooking. Tapi ada juga yang membatalkan pesanan kamar, cuman enggak terlalu banyak," imbuh Hedi.

"Kami pun mengembalikan DP yang sudah masuk 100%. Karena kan itu dampak dari bencana Banten, itu bukan dicancel sengaja, karena rasa khawatir pengunjung saja," pungkasnya.

BACA JUGA: Tsunami di Selat Sunda, Bupati Sukabumi: Pelajaran Supaya Kita Siaga

Sementara itu, Bastian, pengelola Sea Side Resort Bunga Ayu menambahkan, saat ini tingkat hunian kamar di hotelnya cukup bagus. Ada peningkatan dibanding hari libur akhir pekan.

"Sepertinya adanya kejadian di sana (Banten,red) tidak berdampak untuk kunjungan ke Palabuhanratu," timpalnya.

"Alhamdulillah buktinya sejauh ini kondisi di pantai Palabuhanratu aman dan normal saja," bebernya.

Reporter : NANDI
Redaktur : MULVI MN
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 84 jenazah korban bencana tsunami Selat Sunda, Sabtu malam, 22 Desember 2018,  membusuk di RSUD Berkah, Pandeglang, Banten. "Semua jenazah itu belum teridentifikasi dan kondisinya sudah sulit...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB merilis data terbaru jumlah korban akibat tsunami di Selat Sunda. BNPB menyatakan sebanyak 373 orang meninggal, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang dan 5.665...

SUKABUMIUPDATE.com - Pasca bencana tsunami yang merenggut ratusan nyawa di Selat Sunda, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) menjadi salah satu sorotan. Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Wawan Irawan, mengatakan tipe letusan Gunung Anak Krakatau kini berubah....

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya