//
Menu

07 Agu 2018, 20:53 WIB

Pengrajin Golok Langkapjaya Sukabumi Minta Dukungan Pemerintah

Nurdin sedang melakukan produksi pembuatan golok. | Sumber Foto:Demmi Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Alat perkakas seperti golok, arit, parang dan produk logam yang digunakan warga Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, bisa jadi hasil produksi dari seorang pengrajin lokal di desa tersebut.

Di rumah yang berada di Kampung Cijulang RT 09/03, Desa Langkapjaya, ini Nurdin (33 tahun) memproduksi berbagai jenis perkakas.

BACA JUGA: Tren Menurun, Pengrajin Batu Akik di Kampung Garduh Sukabumi Beralih Jadi Petani

Meski dengan peralatan sederhana dan dikerjakan dengan cara manual, namun hasil produksi Nurdin sudah dikenal warga Desa Langkapjaya yang rata-rata bekerja sebagai petani. Adapun bahan bakunya diperoleh dari besi bekas atau rongsokan.

<iframe src="//www.youtube.com/embed/zHYtmAvGsTI" width="315" height="180" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>

"Bahan bakunya cuman per bekas yang saya dapat dari tukang rongsok dengan harga variatif, satu golok yang udah jadi saya jual Rp 60 ribu, kalau cungkir sama parang biasanya hanya Rp 30 hingga Rp 40 ribu saja tergantung ukurannya," ujar Nurdin.

Untuk pembuatan sebuah golok, Udin memerlukan waktu satu hari untuk menempa besi. Nurdin mengaku hanya berpenghasilan kotor Rp 1,5 juta saja setiap bulannya. Itu belum dipotong biaya listrik dan arang.

Untuk penghasil yang diperoleh akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk jajan tiga orang anaknya. Dia berharap pemerintah mensupport usahanya agar bisa lebih berkembang.

"Beli peralatan saja saya belum mampu. Semoga ada pihak yang mau bantu usaha saya ini," ungkap Nurdin.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ada banyak jenis makanan yang tidak sehat dan orang tidak bisa menahan diri untuk tidak memilikinya. Ini terjadi karena kecanduan makanan. Dilansir dari Tempo.co, ini terutama terjadi pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Tinggal serumah dengan orang yang positif Covid-19 bisa membuat khawatir dan stres. Meskipun penting untuk merawat yang sakit, orang juga perlu menjaga kesehatan sendiri karena mungkin saja...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan asrama haji akan menjadi tempat untuk karantina jemaah umrah sebelum berangkat. Ia menyebut lamanya karantina maksimal tiga hari. "Karena memang kita sudah sepakat...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) nomor 22 tahun 2020 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya