Menu

28 Jul 2018, 09:45 WIB

Tren Menurun, Pengrajin Batu Akik di Kampung Garduh Sukabumi Beralih Jadi Petani

Pengrajin batu akik di Kampung Garduh yang masih menekuni pekerjaan tersebut ditengah menurunnya tren batu akik. | Sumber Foto:Demmi Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Kampung Garduh RW 02, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, dikenal sebagai sentra batu akik. Ketenarannya sempat menjadi pemberitaan di beberapa media lokal dan nasional.

Namun kini, batu akik tak dapat menjadi andalan warga Kampung Garduh karena trennya yang menurun. Batu akik hasil produksi kampung Garduh dijual ke Pasar Rawa Bening Jakarta, sedangkan ditempat itu penjualannya semakin sepi dan harga jualnya yang semakin jatuh.

<!-- [if gte mso 9]><xml>

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><xml> </xml><style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}</style>Keren! Yayasan Kipahare Sukabumi Raih Penghargaan Pelestari Cagar Budaya

"Batu jenis pandan yang menjadi khas kami biasanya memiliki harga yang cukup stabil di angka Rp 200 hingga 300 ribu satunya, namun saat ini kami hanya bisa menjual Rp 20 ribu hingga 30 ribu saja, itu pun jarang yang beli," ujar Nahrudin (60 tahun) salah seorang perajin batu akik kepada sukabumiupdate.com, Jumat (27/7/2018).

Nahrudin mengungkapkan, beberapa orang pengrajin bahkan menjual alat gosoknya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Alat gosok itu kan harga normalnya Rp 3 juta. Namun beberapa warga bahkan ada yang menjualnya hingga Rp 1 juta untuk memenuhi kebutuhan sehari hari," jelasnya.

Pengrajin lainnya, Jaludin (33 tahun) mengatakan, saat ini pesanan batu akik tak seramai dulu. Meski demikian, Jaludin masih menekuni pekerjaan tersebut dan melayani beberapa pesanan saja.

"Ini juga pesanan alakadarnya saja buat makan, kalau hitung-hitungan ga akan ketutup biaya produksi," ungkapnya.

BACA JUGA: <!-- [if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><xml> </xml><style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}</style>Viking Tegalbuleud Sukabumi Gelar Baksos untuk Mualaf Asal Medan

Karena tak lagi menjanjikan, Jaludin mengatakan, sebagian pengrajin batu akik akhirnya memilih menjadi petani. Pengrajin berharap batu akik kembali ramai dan menghidupkan kembali Kampung Garduh.

"Ya kami tak bisa berbuat banyak, hanya menunggu momen yang tepat lagi untuk booming dan laku keras dipasaran," pungkasnya.

Reporter : DEMMI PRATAMA
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Masih banyak misteri tersimpan di laut dalam, termasuk dengan para penghuninya. Paling baru, peneliti dibuat kaget dengan penemuan cumi-cumi raksasa dan hiu bercahaya. Para peneliti yang tergabung dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan listrik yang sering kali padam. Dalam sehari, bisa terjadi tiga kali padam. Sekali padam bisa sampai satu jam.  Menurut warga Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan satu orang Pembina Pramuka sekaligus guru di SMPN 1 Turi Sleman dengan inisial IYA sebagai tersangka kasus susur sungai. Status tersangka itu ditetapkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Tak sedikit travelers yang merasa khawatir dengan kesehatan mereka saat traveling karena ancaman virus corona baru atau Covid-19. Belum lama ini, sepasang penumpang pesawat di Australia diketahui rela...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya