//
Menu

30 Okt 2020, 12:40 WIB

BMKG Rilis Peringatan Gelombang Tinggi di Selatan Jawa, Termasuk Sukabumi

Gelombang air laut saat pasang di Pantai Citepus Muara, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/10/2020). | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi gelombang tinggi di Pantai Selatan Sukabumi.

Dalam keterangan yang dirilis BMKG, gelombang tinggi tersebut akan berlangsung sejak 30 Oktober hingga 5 November 2020 dengan ketinggian gelombang mencapai 2-5 meter.

Staf Observatori BMKG Bandung Wilayah Palabuhanratu, Andy Rachmadan merinci prediksi ketinggian gelombang tersebut. Andy memaparkan, gelombang yang terjadi pada 30 Oktober atau hari ini diprediksi mencapai 4-5 meter. Lalu pada 31 Oktober mencapai 3,5-4 meter. Pada 1 November mencapai 2,5-3,5 meter. Kemudian pada 2 hingga 4 November mencapai 2-3 meter. Terakhir pada 5 November diprediksi mencapai 2,5-3,5 meter.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi, Pesisir Selatan Kabupaten Sukabumi Diminta Waspada

"Hari ini diperkirakan 4-5 meter. Ini tentunya berbahaya untuk aktivitas melaut nelayan dan juga masyarakat di pesisir pantai," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (30/10/2020).

"Kepada masyarakat dan wisatawan yang sedang melaksanakan liburan di pantai, harap selalu waspada karena ketinggian gelombang sampai 5 meter," terangnya menambahkan.

Peta prediksi gelombang tinggi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). | Sumber Foto:BMKG

Sementara itu, Kepala Operasional Balawisata dan Sumber Daya Manusia Asep Edom Saepulloh mengatakan, gelombang pasang sempat menghantam area warung di Pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (29/10/2020) sekira pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA: Perahu Dihantam Gelombang Tinggi di Tegalbuleud Sukabumi, Nelayan Asal Lampung Hilang

"Alhamdulillah tidak ada dampak kerusakan sejauh ini masih aman. Namun saat air laut naik sempat membuat para pengunjung panik," ujarnya.

"Hingga pukul 09.30 WIB tadi, gelombang pasang masih terjadi namun tidak sebesar semalam. Kita tetap berjaga untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan," pungkasnya mengakhiri.

Ingat pesan ibu:

Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Reporter : NANDI
Redaktur : OKSA BC
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di area mushola SPBU Lodaya, Jalan Raya Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (2/12/2020) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat...

SUKABUMIUPDATE.com - Debenhams, department store asal London, Inggris menutup permanen gerainya setelah Arcadia Group mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Senin lalu. Arcadia Group sendiri tercatat memiliki lebih dari 2.500 gerai...

SUKABUMIUPDATE.com - Parlemen Jepang telah mengeluarkan Undang-undang untuk memberikan vaksin Covid-19 seluruh warga negara dengan biaya yang ditanggung pemerintah pusat. Dilansir dari Tempo.co, Undang-undang tersebut dikeluarkan setelah majelis tinggi parlemen...

SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Cabang Cibadak melakukan penggiliran aliran air untuk sebagian wilayah layanan. Kepala Cabang Perumda AM TJM Cabang Cibadak Wini Andriani mengatakan penggiliran aliran ini dilakukan karena debit...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya