Menu

30 Apr 2019, 19:57 WIB

Ojol Sukabumi Kumpulkan Rp 5.100.000 untuk Korban Tanah Retak di Kertaangsana

Paguyuban ojek online yang tergabung dalam Baraya Ojol Sukabumi (BOS), meluangkan waktunya untuk menggalang dana bagi korban bencana tanah retak atau tanah longsor yang terjadi di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Paguyuban ojek online yang tergabung dalam Baraya Ojol Sukabumi (BOS), meluangkan waktunya untuk menggalang dana bagi korban bencana tanah retak atau tanah longsor yang terjadi di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Pencinta Vespa dan 11 Komunitas Galang Dana Korban Tanah Retak Kertaangsana Sukabumi

Ketua Umum Paguyuban BOS, Ruswanda mengatakan aksi penggalangan dana ini untuk meringankan beban korban yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

"Ini bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang terkena bencana, kami sengaja meluangkan waktu kerja untuk menggalang dana ini.  Minimal kami dapat meringankan beban mereka," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (30/4/2019).

Penggalangan dana ini, kata Ruswanda, dilakukan tersebar di beberapa titik di Kota Sukabumi dan akan dilakukan selama dua hari. "Kami memulainya dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Ada yang di perempatan Degung, Jalur Lingkar Selatan dan beberapa titik lainya," tuturnya.

Hasil dari penggalangan dana itu, tambah Ruswanda akan disalurkan langsung oleh paguyuban BOS ke korban bencana pada Jumat (3/5/2019).

"Akan disalurkan bersama teman-teman paguyuban ke Nyalindung dan akan melakukan shalat Jumat di sana. Donasi yang sudah tekumpul hari ini sebesar lima juta seratus ribu rupiah. Mudah-mudahan aksi penggalangan kedua besok bertambah lagi," pungkasnya.

Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah pandemi corona, semua anggota keluarga terpaksa berada rumah sepanjang hari selama beberapa minggu untuk social distancing. Dilansir dari tempo.co, ini tak hanya membuat orang tua...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi II DPR RI menyatakan sepakat atas penundaan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 imbas dari pandemi virus corona Covid-19. Dilansir dari suara.com, kesepakatan itu didapat usai Komisi II...

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak munculnya wabah virus Corona atau Covid-19, Wedang Jahe Beras Hitam produksi rumah pamer beras hitam Saung Palapah Katersna, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi justru...

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengaku baru akan mempertimbangkan karantina wilayah secara parsial apabila hasil pemeriksaan Covid-19 sudah bisa didapat. Sebelumnya, Fahmi mengaku sudah mengirim sampel 60 warga...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya