Menu

01 Apr 2019, 05:50 WIB

Kemokit, Kopdar Anti Mainstream Komunitas MOCi Sukabumi

Klinik otomotif Kemokit di kegiatan kopdar Komunitas Mazda Owner Club Sukabumi (MOCi), Minggu (31/3/2019). | Sumber Foto:Herlan Heryadie

SUKABUMIUPDATE.com - Mazda Owner Club Sukabumi atau biasa disingkat MOCi punya cara tersendiri saat berkumpul alias kopdar. Jika kebanyakan komunitas penghobi otomotif lebih senang kopdar malam minggu, MOCi lebih memilih untuk kopdar di hari Minggu, mulai dari pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.

BACA JUGA: Catat! Ini Pesan Penting Millenial Road Safety Festival di Palabuhanratu Sukabumi

Selain itu, MOCi punya tema tersendiri saat kopdar. Mereka biasa menyebutnya dengan Kemokit, singkatan dari Kenali Mobil Kita. Sekretaris MOCi, Redza Agung mengatakan, dalam Kemokit, ada semacam klinik otomotif, dimana masing-masing member bersama-sama mencari solusi apabila mobil mulai memperlihatkan gejala penyakit yang membuat berkendara terasa tak nyaman.

"Jadi, dalam Kemokit ini, kalau mobil mulai kerasa enggak enak, kita cari solusinya sama-sama, langsung eksekusi alias diperbaiki. Jadi supaya enggak sedikit-sedikit ke bengkel. Apalagi kan ini kebanyakan penghobi mobil Mazda yang sudah antik, ada yang keluaran tahun 1984 sampai paling muda mobil tahun 1997," kata pria yang akrab disapa Tedjo itu kepada sukabumiupdate.com, Minggu (31/3/2019).

Sejak dibentuk tahun 2014 silam, kata Tedjo, MOCi sudah memiliki sekitar 40 orang member yang tersebar di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Bahkan tak sedikit yang berasal dari kawasan Pajampangan. Mereka biasanya berkumpul di dekat pusat perbelanjaan Jalan RA Kosasih, Cibeureum, Kota Sukabumi. Tak jarang para member kopdar bersama sambil membawa keluarga. Seringkali, acara diisi Ngaliwet bersama di lokasi kopdar.

"Kalau ditanya, kenapa Mazda? Karena ini unik. Ada yang unik dan ada yang antik. Intinya kita cari yang beda. Selain itu, perawatannya relatif enggak ribet dan selalu punya ciri khas tersendiri," pungkas Tedjo.

Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Wacana penerapan konsep New Normal semakin menguat. Bahkan beberapa perusahaan sudah membuat aturan dan rencana kapan karyawannya kembali bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan. Melansir dari suara.com, Dokter Spesialis...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya dalam memutus penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona. Salah satunya, yakni larangan memarkirkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat di area...

SUKABUMIUPDATE.com - Epidemiolog Pandu Riono meragukan protokol Covid-19 di kantor yang dibuat Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bakal dipatuhi. Dilansir dari tempo.co, ia berpatokan pada rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang tenaga kesehatan (nakes) Kota Sukabumi berinisial A, harus menelan pil pahit saat dirinya dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi di RSUD R Syamsudin...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya