//
Menu

19 Okt 2020, 13:11 WIB

Jadi Siswa SDN 4 Sukaraja Sukabumi, Gaya Dodo Pakai Seragam dan APD

Sanridho Sutopal alias Dodo (9 tahun) memakai seragam dan APD. | Sumber Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sanridho Sutopal atau akrab disapa Dodo, bocah 9 tahun yang belakangan ini viral usai memeluk dan menemani jenazah ibunya seorang diri di sebuah kamar kontrakan di Provinsi Bangka Belitung, akhirnya sekolah. Dodo viral usai salah seorang pengguna TikTok mengabadikan momen video singkat saat Dodo sambil menangis memeluk sang ibunda, mendiang Shinta Setiawati (39 tahun).

Dodo mengawali hari pertama sekolah hari ini, Senin (19/10/2020). Dodo sekarang tercatat sebagai siswa Kelas I SDN 4 Sukaraja dan terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Sekolah dipilih yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal Dodo bersama keluarga besarnya saat ini, di Kampung Sukaraja (Kampung Inggris) RT 03/17, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Disdik Sukabumi Fasilitasi Dodo Kembali Sekolah, Bocah Peluk Jenazah Ibu Seorang Diri

"Dodo kan sekarang tinggal bersama bibinya. Kemarin sesuai keinginan keluarga, ingin agar Dodo bersekolah. Maka kita fasilitasi ke salah satu SD terdekat," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Muhamad Solihin saat dihubungi sukabumiupdate.com, Senin pagi.

Solihin menjelaskan, meski Dodo merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) namun ia tak disekolahkan di SLB. Di SDN 4 Sukaraja, lanjut Solihin, Dodo juga ikut salah satu rombongan belajar.

BACA JUGA: Sulit Kontrol Emosi, Begini Kondisi Dodo di Sukabumi Setelah Viral Peluk Jenazah Ibunya

"Karena Dodo belum pernah sekolah, jadi Dodo masuk kelas I. Di SDN 4 Sukaraja ini kan ada daring dan luring, maka dia dikasih seragam dan alat-alat belajar. Untuk menunjang pembelajaran daring dikasih kuota melalui keluarganya," imbuhnya.

"Strategi pembelajaran di Kabupaten Sukabumi juga ada yang namanya pembelajaran inklusif. Jadi, ABK bisa ikut belajar di sekolah biasa. Gurunya didiklat nanti, diberi pelatihan. Bagaimana memberi pelajaran untuk ABK," pungkas Solihin.

Diberitakan sebelumnya, Dodo dan ibunya tinggal di Provinsi Bangka Belitung. Setelah ibunya meninggal dunia, Dodo sempat dirawat oleh teman ibunya sebelum akhirnya dipulangkan ke Sukabumi oleh Dinas Sosial Bangka Belitung, Selasa (13/10/2020) lalu.

Ingat pesan ibu: Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Debenhams, department store asal London, Inggris menutup permanen gerainya setelah Arcadia Group mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Senin lalu. Arcadia Group sendiri tercatat memiliki lebih dari 2.500 gerai...

SUKABUMIUPDATE.com - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di area mushola SPBU Lodaya, Jalan Raya Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (2/12/2020) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat...

SUKABUMIUPDATE.com - Parlemen Jepang telah mengeluarkan Undang-undang untuk memberikan vaksin Covid-19 seluruh warga negara dengan biaya yang ditanggung pemerintah pusat. Dilansir dari Tempo.co, Undang-undang tersebut dikeluarkan setelah majelis tinggi parlemen...

SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Cabang Cibadak melakukan penggiliran aliran air untuk sebagian wilayah layanan. Kepala Cabang Perumda AM TJM Cabang Cibadak Wini Andriani mengatakan penggiliran aliran ini dilakukan karena debit...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya