Light Dark

Curhat Tukang Becak di Kota Sukabumi, Tersaingi Transportasi Online

Figur | 02 May 2019, 19:01 WIB

Curhat Tukang Becak di Kota Sukabumi, Tersaingi Transportasi Online

Figur | 02 May 2019, 19:01 WIB
Salah satu tukang becak di Kota Sukabumi, Madturni (54 Tahun) yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Sukabumi, di Balai Kota Sukabumi, Kamis (2/4/2019). | Gumilang

SUKABUMIUPDATE.com - Keberadaan transportasi umum tradisional di Kota Sukabumi, salah satunya becak, kini eksistensinya terancam oleh hadirnya jasa transportasi modern berbasis online.

BACA JUGA: Cerita Yanto Tukang Becak Kota Sukabumi, Seharian Berkeringat Hanya Kantongi Rp 30 Ribu

Seorang tukang becak yang biasa mangkal di Toko Abadi di Jalan Ahmad Yani, Madturni (54 tahun), warga Kelurahan Nyomplong Kulon, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengungkapkan, penghasilan perhari yang ia dapatkan sekarang tidak sebanyak saat Transportasi Online belum menginvansi wilayah Sukabumi.

"Dulu saya dalam sehari bisa dapat Rp 100 ribu, sekarang paling Rp 30 ribu aja," ungkap Madturni kepada sukabumiupdate.com, Kamis (2/5/2019).

Meskipun, hingga saat ini keberadaan transportasi becak masih diperbolehkan beroperasi di wilayah Kota Sukabumi, ia berharap tidak akan ada hambatan larangan becak seperti di kota-kota lainnya. Apalagi dirinya mengaku sudah selama 32 tahun menjadi tukang becak, bahkan hingga dapat membiayai keempat anaknya hingga lulus sekolah SMA.

"Alhamdulillah, dari hasil narik becak ini, saya bisa menafkahi istri dan anak saya, semoga pemerintah Kota Sukabumi bisa tetap terus mendukung dan memberi bantuan kepada kami," pungkasnya.

Image

Redaktur

Image

MUHAMMAD GUMILANG

Reporter

Image

Reporter