Menu

Kamis, 28 Maret 2019, 15:20 WIB

Ajang, Difabel Cilik Pengrajin Anyaman Bambu Asal Waluran Sukabumi Ingin Bisa Baca Tulis

Ajang (15 tahun) menyelesaikan peralatan rumah tangga berbahan bambu di teras rumahnya di Kampung Cipondok RT 05/02, Desa Waluran, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Meski difabel, namun Ajang punya keinginan untuk bisa baca dan tulis. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Ajang (15 tahun) bungsu dari tiga bersaudara ini memiliki kekurangan fisik pada bagian kakinya. Meskipun Difabel, Ajang ingin sekali bisa baca tulis.

Sehari-hari, anak pasangan suami istri Kakat (52 tahun) dengan Yayam (54 tahun) ini mengisi waktu dengan membuat barang-barang anyaman bambu  seperti hihid (kipas), boboko (bakul nasi), aseupan (tempat menanak nasi) dan ayakan (saringan) di rumahnya di Kampung Cipondok RT 05/02, Desa Waluran, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

"Hampir satu tahun dia membuat kerajinan anyaman dari bambu seperti asepan,boboko dan ayakan, kegiatan tersebut hanya sekedar untuk mengisi waktunya," kata ibu kandung Ajang, Yayam kepada sukabumiupdate.com, Kamis (28/3/2019).

BACA JUGA: Nanang, Difabel Jampangtengah Terima Kursi Roda dari Pembaca Sukabumiupdate.com

Hasil kerajinan Ajang ini tak dijual keliling hanya dibeli para tetangga saja dan itupun tak setiap hari ada yang membeli.  Makanya kebanyakan hasil anyamannya dipakai.

"Susah juga kalau anyaman seperti itu pembelinya, kendati harganya setiap jenis barang Rp 10 ribu," tegasnya.

Yayam mengakui kalau Ajang itu tidak bisa baca dan tulis. Dulu pernah Ajang belajar dan gurunya datang ke rumah tapi itu tidak berlangsung lama hanya dua bulan saja.

Keinginan Ajang untuk menuntut ilmu terkendala jauhnya jarak sekolah dengan rumahnya sekitar 6 kilometer. Sedangkan dengan kondisi kakinya itu Ajang bergerak dengan cara merangkak.

BACA JUGA: Ingin Jadi Atlet Panjat Tebing, Ini Aksi Adul Difabel asal Cibadak Sukabumi saat Memanjat

Sementara itu Ajang menuturkan keinginannya untuk sekolah karena ingin bisa membaca dan menulis. Ia pun sadar dengan kondisinya maka dari itu kalau sekolah tidak memungkinkan dia memilih untuk menggeluti kerajinan perabotan rumah berbahan bambu itu.

"Saya mau sekolah bisa baca dan tulis, seandainya tidak memungkinkan mau menekuni kerajinan anyaman namun tidak ada modal buat beli bambu," pungkasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI S
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Terdapat beragam jenis pekerjaan dalam industri film yang dapat diisi oleh tenaga kerja berkompetensi. Kepala Sub Bidang Tenaga Perfilman Pusat Pengembangan Film (Pusbangfilm) mengatakan tercatat 159 jenis...

SUKABUMIUPDATE.com - Mendiagnosa anak dengan autisme dapat dilakukan sedini mungkin. President Autism Speak, Angela Geiger mengatakan gejala autisme dapat dideteksi sejak anak berumur 6 bulan. Angela Geiger menjelaskan kini banyak...

SUKABUMIUPDATE.com - Lembaga Kerjasama atau LKS Tripartit antara Pemkab Sukabumi, Serikat Buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Kabupaten Sukabumi saling adu data dan argumen mengenai sekelumit permasalahan buruh...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya