Menu

22 Mar 2019, 05:30 WIB

Mengenal Lia Yulianti, Aktivis Literasi di Perpustakaan Taman Pamekar Kabandungan Sukabumi

Lia Yulianti, memperkenalkan Perpustakaan Taman Pamekar di Kabandungan Sukabumi kepada para ibu-ibu orang tua siswa-siswi PAUD, agar menumbuhkan minat baca pada anak sejak usia dini. | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto

SUKABUMIUPDATE.com - Berawal dari rendahnya minat baca masyarakat, serta tidak adanya sarana yang mendukung seperti perpustakaan, Lia Yulianti (35 tahun) membantu keberadaan Perpustakaan Taman Pamekar Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Hal itu dilakukan Lia untuk mengembangkan minat baca masyarakat.

BACA JUGA: Mengenal Saminem, Wanita Tangguh Asal Cicantayan Sukabumi

Mahasiswi semester VIII program studi S1 Perpustakaan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHSIP) Universitas Terbuka (UT) itu merintis dan menjadi ketua pengelola Perpustakaan Taman Pamekar sejak November 2002 lalu hingga saat ini.

"Saya yakin minat baca masyarakat Kabandungan meningkat dengan adanya perpustakaan," ujar Lia saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Kamis (21/3/2019).

Selain layanan standar perpustakaan berupa layanan anggota, membaca dan meminjam referensi, lanjut Lia, perpustakaan itu juga memiliki layanan unggulan. Diantaranya Layanan Perpustakaan Keliling (Sigaling), Layanan Masyarakat Dapat Berkarya (Simaya), Layanan Sirintik, Layanan Disini Dapat Belajar (Dipajar) dan Layanan Si Kipin alias Kios Pintar.

BACA JUGA: Kopral Mumung Prajurit TNI AL Asal Sukabumi, Pandai Bernyanyi Dangdut

"Simaya berupa pelatihan sablon manual untuk pemuda, kreasi dari barang bekas, kemudian pelatihan kain flanel untuk ibu rumah tangga. Sirintik, tersedia internet dan TIK, berupa layanan komputer dan internet gratis, serta pelatihan komputer dasar untuk pelajar SMP," papar Lia.

"Dipajar kegiatan bimbel untuk anak SD. Si Kipin adalah perpustakaan digital berupa kios menyerupai ATM yang mana didalamnya terdapat ribuan buku yang dapat diunduh dan dibaca secara offline," imbuhnya.

Kini, koleksi buku yang di Perpustakaan Taman Pamekar sebanyak 7.810 judul buku dan 8.521 eksemplar, 1.415 majalah, 160 ensiklopedia. Bahkan perpustakaan itu memiliki pustaka digital Jika penasaran, alamat perpustakaan ada di Jalan Tirtaatmaja nomor 2 Kampung Pajagan RT 25/10 Desa Kabandungan. Buka Senin hingga Jumat, pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB.

"Sasaran pembaca mencakup pelajar dan masyarakat umum. Mulai dari usia pra sekolah, pelajar, mahasiswa dan umum. Koleksi buku lebih banyak jenis buku umum atau buku pelajaran. Semua jenis klasifikasi bahan pustaka tersedia. 45 persen buku pendidikan, 55 persen buku umum," beber Lia.

BACA JUGA: Ruswandi, Sopir Banting Setir jadi Budidaya Jamur Tiram di Lengkong Sukabumi

Lia pun mengakui sudah banyak mengalami suka duka selama 12 tahun membangun perpustakaan tersebut. Sejak tahun 2005 hingga 2016 Lia berjuang sendiri agar bagaimanapun caranya perpustakaan Taman Pamekar tetap dapat melayani masyarakat, kendati saat itu minim dukungan. 

Namun berkat kegigihan, akhirnya ibu dua anak yang tinggal di Kampung Pajagan RT 24/10 Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan itu berhasil mengembangkan Perpustakaan Taman Pamekar. Meski  terkadang Lia harus meninggalkan keluarga di momen-momen tertentu, namun tak mengurangi tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang ibu.

BACA JUGA: Semangat Janda Tua Ciracap Sukabumi, Mengayuh Sepeda Jualan Sayur

"Alhamdulillah suami dan anak-anak mendukung apa yang saya lakukan, sehingga tidak ada kendala bagi saya dalam menjalankan aktivitas saya selaku pengelola perpustakaan," kata Lia.

"Saya yakin minat baca masyarakat Kabandungan meningkat dengan adanya perpustakaan. Saya berharap, perpustakaan dapat terus melayani masyarakat dengan beragam layanan yang sudah ada, harapan bagi masyarakat, semoga bisa terlahir generasi-generasi yang giat berliterasi," pungkasnya.

Reporter : RAWIN SOEDARYANTO
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Menapaki Puncak Carstensz dan Puncak Jaya di Papua bisa jadi merupakan impian para pendaki. Kedua puncak tersebut merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia. Mengutip Tempo.co, Puncak Carstensz Pyramid...

SUKABUMIUPDATE.com - Setiap orang memiliki waktu olahraga yang berbeda. Ada yang gemar olahraga pagi hari lantaran cuaca masih sejuk. Tapi tak sedikit memilih olahraga saat sore bahkan malam usai...

SUKABUMIUPDATE.com - Istana Kepresidenan menggelar simulasi upacara pengibaran bendera untuk acara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75 pada 17 Agustus 2020 mendatang, Ahad, 12 Juli 2020. Melansir Tempo.co, simulasi ini menerapkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Jumlah bus gratis sebagai moda alternatif bagi penumpang KRL yang terjebak antrean panjang di Stasiun Bogor akan ditambah menjadi 140 unit. VP Corporate Communicarion PT KCI Anne...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya