Menu

12 Sep 2019, 09:38 WIB

Dinkes Beberkan Kondisi Makanan yang Dikonsumsi Warga Bantargadung Korban Keracunan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Damayanti Pramasari mealayani wawancara awak media di halaman Puskesmas Bantargadung. | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Damayanti Pramasari mengungkapkan, nasi uduk yang dikosumsi warga Kampung Pangkalan RT 01/03 Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi pembuatannya sudah 12 jam.  

BACA JUGA: Keracunan Massal, Pihak Kecamatan Bantargadung Lakukan Penyisiran Antisipasi Adanya Korban

Sebelumnya ratusan warga Kampung Pangkalan, mendadak merasakan mual dan pusing setelah menyantap nasi uduk, Selasa (10/9/2019) malam. Nasi uduk dengan telur rendang tersebut didapat warga dari kegiatan tahlilan 100 hari meninggalnya seorang warga.

Menurut Damayanti, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, nasi uduk yang didapatkan para korban dari keluarga yang menggelar acara selamatan itu memasaknya malam hari kemudian baru dibagikan pada siang hari berikutnya.

"Mereka memasak Senin Pukul 19.00 WIB, Selasa pagi dihangatkan kemudian Pukul 13.00 WIB makanan itu dibagikan. Warga yang terdampak itu kurang lebih sekitar 12 jam baru timbul keluhan. Untuk bisa sembuh total, kalau memang kondisi pasien itu baik Insya Allah bisa sembuh segera," ujar Damayanti.

Ia mengaku, Dinas Kesehatan sudah mengambil sample makanan juga air di sekitar warga yang mengalami keracunan. Lanjut Damayanti, adapun pasien yang harus dirujuk itu, karena kondisinya sudah lemah akibat mengaalami mual, muntah, pusing dan diare serta dehidrasi, sehingga perlu dirujuk ke RS Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Korban Keracunan di Bojonggaling Sukabumi Bertambah jadi 120 Orang

"Saat ini kita belum menyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa, red) karena kita harus komunikasi dulu dengan kepada dinas kesehatan, setelah hasil lab itu kita menentukan," terangnya.

Selain itu, tambah dia, pihaknya akan mempelajari kembali apakah sanitasi air bersih yang ada di masyarakat sudah baik apa belum. Jadi tidak hanya dilihat dari makanan yang dikonsumsi saja, tetapi dari kondisi lingkungan. 

"Karena hampir dua RT warga yang terkena dampak keracunan ini. Ada sekitar 20 dus yang diantarkan ke warga makananya itu nasi tumpeng uduk, rendang ayam, rendang telur sama kerupuk," tandasnya.

Informasi terakhir yang dihimpun sukabumiupdate.com hingga malam tadi jumlah warga yang keracunan mencapai 120 orang dan masih dalam penanganan medis. 

Reporter : NANDI/ADV
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membagi sejumlah kategori zona daerah yang terpapar virus corona. Dilansir suara.com, total ada 4 kategori zona berdasarkam tingkat kasus Covid-19...

SUKABUMIUPDATE.com - Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya kembali mengoperasikan dua perjalanan kereta api (KA) jarak jauh dari Surabaya ke Jakarta dan Bandung mulai Jumat 3...

SUKABUMIUPDATE.com - Jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Sukabumi bertambah 1 orang. Dari data gugus tugas Covid-19/Corona Kabupaten Sukabumi, pada hari ini Jumat (3/7/2020), jumlah total positif  Covid-19 menjadi 52 orang...

SUKABUMIUPDATE.com – Partai Gerindra membocorkan salah satu syarat wajib bagi figur yang akan diusung pada Pilkada Kabupaten Sukabumi mendatang. Kandidat harus memiliki kemampuan menarik partai koalis karena partai besutan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya