Menu

07 Sep 2019, 17:21 WIB

Marak Kasus Buang Bayi di Sukabumi, Psikolog Sebut Dipicu Kepanikan Ibu

Bayi perempuan yang ditemukan di dalam kardus di Cibeureum Kota Sukabumi, Jumat, 12 Juli 2019 lalu. | Sumber Foto:Oksa BC

SUKABUMIUPDATE.com - Beberapa waktu belakangan ini, kasus pembuangan bayi terjadi di Sukabumi. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, dua bayi dibuang di Sukabumi. Pertama adalah bayi yang ditemukan di dalam kardus di Cibeureum, Kota Sukabumi, Jumat, 12 Juli 2019 lalu. 

Kedua kasus pembuangan bayi perempuan di Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 21 Agustus 2019. Untuk kasus bayi perempuan di Desa Prianganjaya, polisi sudah menangkap pelaku yang tak lain adalah ibunya sendiri. 

BACA JUGA: Sama-sama Dibuang Orang Tuanya, Beda Nasib Bayi Sukalarang dan Cibeureum

Psikolog dari Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kota Sukabumi Joko Kristiyanto menyatakan banyak faktor yang menyebabkan pembuangan bayi terjadi diantaranya kepanikan si ibu bayi sebab perempuan tersebut hamil di luar nikah.

"Kebanyakan didasarkan atas kepanikan. Pada saat melahirkan dan apa yang terjadi pada ibunya tersebut itu luar biasa paniknya," ujar Joko di acara Tamu Mang Koko di Kantor sukabumiupdate.com, Sabtu (7/8/2019).

BACA JUGA: Pelaku Buang Bayi di Prianganjaya Sukabumi Mengaku Malu Karena Hamil Tanpa Suami

Joko mengungkapkan akibat didorong kepanikan, tidak sedikit yang melahirkan seorang diri tanpa bantuan medis. Keadaan tersebut terjadi sebab si ibu memiliki beban hidup diantaranya, harus mempertanggungjawabkan hal yang dialaminya seorang diri.

"Mereka yang membuang bayi itu 99 persen melahirkan sendiri, ada yang di kamar mandi dan ditempat lainnya. (Si ibu bayi) tidak nyaman dalam hidupnya dan dia harus mempertanggungjawabkan (perbuatannya) rata-rata sendirian," jelasnya.

 

 

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Di awal pandemi COVID-19, anak-anak disebut sebagai kelompok usia yang relatif tidak rentan terinfeksi virus corona. Melansir dari tempo.co, namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengemukakan fakta...

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari suara.com, pandemi virus corona memang tidak hanya membuat orang terinfeksi Covid-19. Tapi juga membuat pasien penyakit lainnya mestir menunda pengobatannya. Selama lebih dari dua bulan sudah...

SUKABUMIUPDATE.com - Selama lebih dari dua bulan di rumah saja, setiap orang tentu mengalami perubahan dari segi kegiatan. Dilansir dari tempo.co, beberapa di antaranya mungkin melakukan dengan berlebihan, namun...

SUKABUMIUPDATE.com - Kabupaten Cianjur tercatat dalam daftar 15 kota/kabupaten di Jawa Barat yang termasuk level 2 atau zona biru pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya