Menu

19 Peb 2019, 18:59 WIB

Dokter Pastikan Penderita Gangguan Jiwa Asal Cibadak Sukabumi Sehat dengan Syarat

Epi (50 tahun) dan Dedi Suhendi (55 tahun) trauma dengan perilaku anaknya, Asep Muhiban yang mengalami gangguan jiwa dan sering mengamuk. | Sumber Foto:Ruslan AG

SUKABUMIUPDATE.com - Pihak RSUD R Syamsudin SH Sukabumi memastikan Asep Muhiban (19 tahun), penderita gangguan jiwa Kampung Pamuruyan RT 03/01, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, telah sembuh dan tidak akan mengamuk lagi. Sehingga pihak keluarga bisa menerimanya kembali.

BACA JUGA: Pukuli Bapaknya, Penderita Gangguan Jiwa di Cibadak Sukabumi Ditolak Keluarga

Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Informasi RSUD R Syamsudin SH, dr Wahyu Handriana mengatakan, Asep sudah dirawat selama kurang lebih sepekan di Ruang Kemuning RSUD R Syamsudin SH, dengan penanganan dan pelayanan yang sudah baik. Maka dari itu, pihaknya memastikan bahwa Asep sudah sembuh dan bisa dibawa pulang kembali oleh pihak keluarganya.

"Sekarang kondisinya sudah membaik, normal, kooperatif, makan bagus, bicara juga biasa. Sudah mau melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi dan segala macam," ungkap Wahyu saat dihubungi sukabumiupdate.com, Selasa (19/2/2019).

Masih kata Wahyu, pihak keluarga mesti melakukan pendampingan dan kontrol rutin, untuk memperbesar kemungkinan Asep Muhiban bisa sepenuhnya normal seperti orang biasanya.

"Untuk sekarang sepenuhnya kayak orang normal itu tidak bisa, ini asal rajin minum obat dan rajin kontrol saja," imbuhnya.

BACA JUGA: Penderita Gangguan Jiwa Asal Palabuhanratu Enam Tahun Dikurung di Kandang

Menurutnya, pihak keluarga Asep akan memberikan kepastian dalam waktu dua hari ke depan apakah Asep akan dibawa pulang atau dirujuk ke tempat rehabilitasi. Tambahnya, tidak mungkin juga Asep selamanya tinggal di ruangan kejiwaan rumah sakit selamanya.

"Kalau pihak keluarga belum bisa menerima atau menolak. Itu bisa koordinasi dengan pihak Dinas Sosial setempat untuk direhabilitasi dulu," ujarnya.

Ia menilai, seorang pasien gangguan jiwa seharusnya diayomi dan dirawat sebaik mungkin oleh pihak keluarga, aparat pemerintah setempat seperti RT, RW dan Kelurahan hingga puskesmas. Terutama untuk kasus Asep ini, menurut Wahyu semua pihak harus terlibat dan jangan seolah-olah pihak-pihak terkait lepas tangan terhadap setiap kasus gangguan jiwa seperti ini.

"Jika keluarganya kehabisan obat bisa segera ke kita. Jika ingin konsultasi, bisa ke kita juga. Kalau Asep ini tinggal di wilayah Cibadak, kan di sana ada Rumah Sakit Sekarwangi juga. Disana ada dokter jiwa juga yang bisa melayani. Puskesmas pun bisa berperan memberikan pelayanan terhadap gangguan jiwa ini hingga statusnya nanti pasien tersebut dalam pengawasan puskesmas," lanjutnya.

BACA JUGA: Didemo Pengidap Gangguan Jiwa, Pemkab Sukabumi Siap Penuhi Tuntutan

Wahyu menjelaskan, sebelumnya juga pernah ada beberapa kali terjadi kasus pasien gangguan jiwa yang ditolak oleh pihak keluarganya. Namun, sebagian besar dapat kembali ke rumahnya dan sebagian masih menetap di tempat rehabilitasi. Menurutnya, hanya dibutuhman komunikasi dan koodinasi yang baik guna menangangi setiap pasien gangguan jiwa tersebut.

"Kita ingin setiap pasien gangguan jiwa jangan sampai ditelantarkan, jika tidak sanggup bisa koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang saya sebutkan tadi. Pasien gangguan jiwa itu harus kita ayomi dan rawat, bukan ditelantarkan," pungkasnya.

Reporter : MUHAMMAD GUMILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke Pondok Pesantren Al Masthuriyah, Cibolang, Kabupaten Sukabumi, Rabu (8/7/2020). Selain kunjungan ke salah satu pesantren...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Jokowi disebut sudah membeli sapi kurban jenis simmental. Dilansir suara.com, sapi itu dibeli dari peternak asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seharga Rp 87 juta. Adalah Rika...

    SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Koperasi Industri Kerajinan Rakyat (Kopinkra) Kabupaten Sukabumi, Asep Rohendi, mempertanyakan progres produksi cangkul yang salah satunya digandang-gadang akan dikembangkan di Cibatu Kecamatan Cisaat untuk menangkis serbuan...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri melakukan monitoring menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di wilayah Kecamatan Cibadak, Rabu (8/7/2020). Pria yang juga menjabat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya