Menu

08 Nov 2018, 19:37 WIB

Bukan Fogging, Dinkes Kabupaten Sukabumi Antisipasi Penyebaran Malaria dan DBD

Aksi fogging atau pengasapan yang dilakukan petugas di wilayah Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:Dok. sukabumiupdate

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi terjunkan puluhan orang petugas Juru Malaria Desa (JMD). Pengerahan JMD tersebut untuk mengantisipasi penyebaran penyakit malaria.

"Puluhan petugas JMD kami terjunkan di sejumlah rawan endemik malaria dan demam berdarah dengue (DBD) seiring intensitas hujan meningkat mengguyur seluruh kawasan Sukabumi, terutama di beberapa kawasan penyebaran malaria," ujar Sekretaris Dinkes Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid kepada sukabumiupdate.com, Kamis (8/11/2018).

Tim JMD ini, kata Harun bertugas untuk terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kasus penyakit DBD. "Dengan harapan penyebaran kasus penyakitnya bisa diminimalisasi," ucapnya.

BACA JUGA: Dinkes Kabupaten Sukabumi Rehabilitasi Puskesmas Waluran Rp 1,5 Miliar

Lebih lanjut Harun menjelaskan, sebelumnya warga di kawasan endemik malaria sangat berharap pemerintah untuk segera melakukan program pengasapan. Namun kali ini langkah yang dilakukan berbeda dari sebelumnya, tanpa pengasapan.

"Pengasapan saat ini belum efektif, maka pemberangusan jentik dilakukan dengan menerjunkan tim JMD ke titik-titik yang dianggap rawan penyakit malaria tersebut," jelasnya.

BACA JUGA: Di Pekan Raya Sukabumi, Stand Dinkes Berikan Layanan Stunting

Selain itu Tim JMD ini juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat cara-cara mencegah malaria antara lain dengan pemasangan kelambu di tempat tidur dan penguatan daya tahan tubuh.

"Selama ini fogging biasanya dilakukan petugas Dinkes, padahal masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberantas nyamuk secara swadaya dan mandiri. Ya salah satunya tadi itu," terangnya.

Reporter : NANDI
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak orang yang memperlakukan cokelat seperti sesuatu yang menakutkan. Ada yang bilang cokelat bikin gemuk, bikin gigi rusak, atau hanya menambah kalori kosong. Apa benar?  Dikutip dari Tempo.co,...

SUKABUMIUPDATE.com - Musim pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca atau suhu udara yang tidak menentu, seperti banyak angin dan hujan. Perubahan ini dinilai dapat meningkatkan potensi munculnya berbagai penyakit. Menguti Tempo.co,...

SUKABUMIUPDATE.com - Anak-anak dikenal aktif bergerak, melakukan kegiatan bereksplorasi sambil bermain. Saat bermain itulah, anak berisiko terjatuh, terluka hingga tak jarang menyebabkan benjol di kepala. Lalu apa pertolongan pertama yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Bukan hanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, Indonesia juga masih dihantui ancaman penyakit TBC atau Tuberculosis. Dilansir dari Suara.com, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya