Light Dark

Peroleh Akreditasi A, SMA Doa Bangsa Tingkatkan Layanan Pendidikan

News | 02 Jan 2019, 03:24 WIB
Tim Asesor Akreditasi BAN SM foto bersama Kepala SMA Doa Bangsa dan Staf. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com – Resmi mendapatkan predikat akreditasi A dengan nilai 93 dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) pada 4 Desember 2018 lalu. SMA Doa Bangsa berupaya meningkatkan kualitas layanan dan pembinaanan penataan pendidikan, yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Akrediatasi A yang diperoleh sekolah swasta di bawah naungan Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa (YPPDB) binaan Ayep Zaki, beralamat di Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini disambut gembira seluruh jajaran pendidik di lingkungan  SMA Doa Bangsa serta jajaran dan pengurus YPPDB.

"Syukur alhamdulilah akhirnya perjuangan kami selaku pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Doa Bangsa bisa mempersembahkan sesuatu yang didambakan dan diperjuangkan selama ini. Dengan ini mudah-mudahan menjadi pemacu semangat bagi kami untuk lebih berprestasi lagi,” ujar Kepala Sekolah SMA Doa Bangsa, Teguh Eka Prahara, kepada sukabumiupdate.com, Selasa (1/1/2019).

Ketua Umum FKDB sekaligus Pembina YPPDB, Ayep Zaki menyampaikan rasa harunya dan mengapresiasi terhadap perjuangan para pendidik serta tenaga pendidikan di lingkungan SMA Doa Bangsa. Ia juga berpesan agar seluruh tenaga pendidik untuk bisa menjaga dan meningkatkan kualitas layanan dan pembinaanan penataan pendidikan yang selama ini sudah berjalan sangat baik.

"Ini berkah dari perjuangan yang kita lakukan selama ini. Mudah mudahan kita bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan SMA Doa Bangsa dan YPPDB umumnya," harapnya.

BACA JUGA: Dapatkan Akreditasi A, SMA Doa Bangsa Tingkatkan Semua Potensi

Zaki juga mengingatkan kembali fungsi pendidikan yang merupakan induk semangat dari kebudayaan dan peradaban. Maka pendidikan karakter kebangsaan yang menjadi ciri khas SMA Doa Bangsa harus terus dijaga dan ditingkatkan guna memenuhi perkembangan dan tantangan yang ada baik sekarang maupun masa mendatang.

"Karakter tidak bisa diwariskan, karakter tidak bisa dibeli dan ditukar, tetapi karakter harus dibangun dan dikembangkan sejak  usia dini. Karena demikian maka saya akan habis habisan berjuang demi generasi bangsa yang lebih baik, generasi yang skill expert," pungkasnya.

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

HUMAS FKDB

Reporter