SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan kendaraan kesulitan melintasi tanjakan Puncak Dini di Kampung Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Titik ini merupakan bagian dari jalur sabuk Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) yang menantang dan rawan kecelakaan.
Tanjakan Puncak Dini memiliki panjang sekitar 800 meter dan merupakan mimpi buruk bagi banyak pengendara, khususnya sepeda motor jenis matik dan kendaraan tua. Selain karena medan yang curam, faktor muatan berlebih dan kurangnya penguasaan pengemudi, juga menjadi penyebab utama kendaraan gagal atau sulit menanjak.
Anggota Polsek Ciemas Aipda Edi Makhpud bersama Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga telah bersiaga di lokasi untuk membantu pengendara. “Banyak pengendara yang gagal menanjak. Kami bantu mendorong kendaraan, bahkan mengantar penumpang ke rest area yang lebih aman di Puncak Darma,” kata dia kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: Puluhan Kendaraan Wisatawan Kesulitan Lintasi Tanjakan Dini Geopark Ciletuh Sukabumi
Menurutnya, ada pula pengendara yang tergelincir saat mencoba menanjak. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya beberapa pengendara yang mengalami luka ringan dan telah mendapat pertolongan medis di pos terdekat.
Jalur ini menghubungkan dua destinasi wisata utama yakni Pantai Loji dan Pantai Palangpang, yang masing-masing berjarak sekitar 15 dan 17 kilometer dari Puncak Dini. Meski dikenal sebagai tempat menarik bagi wisatawan, kondisi jalan yang ekstrem sering menjadi hambatan.
“Dengan hadirnya Tim URC dan dukungan dari Polsek Ciemas, kami berharap potensi kecelakaan bisa ditekan. Kami imbau pengendara memastikan kondisi kendaraannya dalam keadaan prima dan mengurangi muatan sebelum melintasi tanjakan,” kata Edi.
Tim gabungan direncanakan akan bersiaga hingga 8 April 2025 untuk menjamin kelancaran dan keselamatan para pengguna jalan di jalur sabuk CPUGGp selama libur lebaran.