Logo Hari Jadi Kota Sukabumi ke-111 Diledek Netizen, Ini Penjelasan Bobby Maulana

Sukabumiupdate.com
Kamis 03 Apr 2025, 22:49 WIB
Wakil Wali Kota Sukabumi berikan penjelasan terkait logo Hari Jadi Kota Sukabumi ke - 111 | Foto : Colase Sukabumiupdate

Wakil Wali Kota Sukabumi berikan penjelasan terkait logo Hari Jadi Kota Sukabumi ke - 111 | Foto : Colase Sukabumiupdate

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, membeberkan alasan terkait keberadaan logo Hari Jadi Kota Sukabumi ke 111 - yang seolah tidak dipersiapkan secara matang, termasuk diantaranya design logo yang disebut seadanya dan menjadi perbincangan warga di media sosial.

Hari Jadi Kota Sukabumi sebagai momen istimewa di tahun-tahun sebelumnya senantiasa memiliki sejumlah persiapan dari mulai rangkaian acara hingga sayembara pembuatan design untuk menghasilkan logo yang menarik. Tahun 2025 ini, dibawah kepemimpinan Ayep Zaki-Bobby Maulana, tidak demikian. 

Menurut Bobby, ada dua alasan perihal tidak adanya sayembara pembuatan logo Hari Jadi Kota Sukabumi ke-111 tahun 2025 ini. Menurutnya kedua alasan tersebut sangat berkaitan erat dengan masa jabatannya sebagai kepala daerah di Kota Sukabumi yang baru dijalaninya terhitung sejak 3 Maret 2025. Jikapun ada rentang waktu setelah terpilih, ia mengaku sebelum pelantikan lebih banyak disibukan dengan berbagai persiapan dari mulai penetapan sampai jadwal pelantikan yang berubah-rubah sehingga tidak sempat mempersiapkan hari jadi.

Pertama, kata Bobby, pembuatan logo Hari Jadi Kota Sukabumi merupakan agenda yang sudah menjadi bagian dari program dalam visi-misinya sebagai kepala daerah terpilih, yaitu program Menata Kebaikan Tech. Sementara program tersebut baru akan digulirkan tahun ini, dan berarti hasil produknya diperuntukan untuk Hari Jadi Kota Sukabumi tahun depan atau 2026.

Baca Juga: Ayep Zaki Tegaskan PKL dan Lapak di Kota Sukabumi Harus Berizin

"Karena memang di tahun ini akan melaksanakan festival Menata Kebaikan Tech, yaitu program untuk mencari kreator digital terbaik se Kota Sukabumi dalam ketegori fotografer, videografer, editor dan design grafis itu sendiri. Yang nantinya juaranya setiap kategori dan akan mendapat hadiah dari Pemkot Sukabumi, dan tahun depan akan berpartner dengan Pemkot Sukabumi dalam hal industri kreatif salah satunya pembuatan logo, kita akan melaksanakannya di tahun ini," jelas Bobby dalam video yang diunggah di media sosial.

Selanjutnya, kata Bobby, tidak adanya festival pembuatan logo Hari Jadi Kota Sukabumi ke-111 karena tidak memiliki cukup waktu.

"Setiap pasangan kepala daerah punya cara masing-masing dalam menjalankan program-program prioritas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Kota Sukabumi sebagai daerah dengan fiskal yang lemah, artinya pembiayaan dari pusat dan provinsi lebih tinggi dari pendapatan asli daerah sendiri, sehingga fokus kami dari adalah leboh ke pembenahan sistem dan optimalisasi aset daerah. "Jadi baraya semua harap bersabar," ujarnya.

Bobby memastikan jika Pemkot Sukabumi ke depan harus memiliki pendanaan untuk membiaya kegiatan diluar dari anggaran yang bersumber dari pusat dan provinsi. "Jadi bukan tidak ada sayembara, tapi sayembara itu akan dilakukan se Kota Sukabumi akan dilakukan dengan Pemkot," tegasnya.

Menurut Bobby, logo ulang tahun  merupakan karya yang temporary atau berjangka, setiap tahun pasti ada logo baru. Jadi, karena sifatnya temporary sebuah karya harus adaptif, sehingga butuh waktu untuk melihat dan menyukai, dan pasti muncul pro dan kontra.

Oleh karena itu, Bobby menyatakan ke depan akan membentuk tim PIC Sayembara sekaligus tim kurasi hingga voting hasil karya di media sosial sehingga warga Kota Sukabumi dapat betul-betul memilih karya yang terbaik. "Kita akan membuat regulasinya sehingga masyarakat bisa memilih langsung melalui voting di media sosial," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini