Puluhan Kendaraan Wisatawan Kesulitan Lintasi Tanjakan Dini Geopark Ciletuh Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Kamis 03 Apr 2025, 14:37 WIB
Salah satu kendaraan jenis matic yang tidak kuat melintas tanjakan Puncak Dini Geopark Ciletuh Sukabumi | Foto : Istimewa

Salah satu kendaraan jenis matic yang tidak kuat melintas tanjakan Puncak Dini Geopark Ciletuh Sukabumi | Foto : Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan kendaraan wisatawan mengalami kesulitan saat melintasi tanjakan Puncak Dini di Kampung Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Sejak H+1 Lebaran atau 1 April 2025 hingga Kamis (3/4/2025), banyak pengendara yang gagal menanjak di jalur sabuk Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp).

Puncak Dini, yang dikenal sebagai salah satu spot menarik di jalur sabuk CPUGGp, juga merupakan titik rawan kecelakaan. Lokasi ini berjarak sekitar 15 kilometer dari Pantai Loji di Teluk Palabuhanratu dan 17 kilometer dari Pantai Palangpang di Kecamatan Ciemas. Tanjakan dan turunan Puncak Dini memiliki panjang sekitar 800 meter, yang menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara.

Erus Ruswandi, Mandor Jalur Sabuk CPUGGp Pantai Loji-Palapangpang, mengungkapkan bahwa terdapat 26 mobil bertransmisi otomatis yang mengalami kesulitan saat melintasi tanjakan Puncak Dini. Selain itu, 12 sepeda motor, terutama jenis matik dan yang sudah berusia tua, juga mengalami kendala serupa.

Baca Juga: Pantai Karanghawu Sukabumi Tetap Jadi Tujuan Favorit Wisatawan di Libur Lebaran 2025

Menurut Erus, faktor utama penyebab kendaraan tidak dapat menanjak adalah muatan yang berat serta kurangnya penguasaan pengemudi terhadap kondisi jalan. Selain kendaraan yang tidak kuat menanjak, ada juga pengendara sepeda motor yang tergelincir saat melewati tanjakan ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya beberapa pengendara yang mengalami luka lecet ringan, dan sudah diobati di Pospam.

Untuk membantu para pengguna jalan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga telah diterjunkan ke lokasi dan akan bersiaga hingga 8 April 2025. "Kami dari URC Bina Marga bersiaga di posko pengamanan untuk membantu pengendara melintasi Tanjakan Dini," ujar Erus.

"Dengan adanya tim URC, diharapkan para pengendara yang melintas di jalur ini dapat terbantu, serta potensi kecelakaan dapat diminimalisir. Pengendara diimbau untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan mengurangi muatan berlebih sebelum melintasi tanjakan Puncak Dini," pungkas Erus.

Berita Terkait
Berita Terkini