Sukabumi Macet! Penyempitan Jalur hingga Dampak One Way Puncak, Arus Balik Diprediksi 5-6 April

Sukabumiupdate.com
Kamis 03 Apr 2025, 14:37 WIB
Kemacetan di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor pada Rabu malam, 2 April 2025. | Foto: SU/Ibnu Sanubari

Kemacetan di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor pada Rabu malam, 2 April 2025. | Foto: SU/Ibnu Sanubari

SUKABUMIUPDATE.com - Lalu lintas di wilayah Sukabumi masih padat pada libur lebaran ini. Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Arif Saepul Haris memprediksi puncak arus balik menuju Bogor dan Jakarta akan terjadi pada Sabtu atau Minggu yakni 5 dan 6 April 2025.

“Kemungkinan Sabtu atau Minggu puncak arus balik menuju Bogor atau Jakarta,” ujar Arif kepada wartawan, Rabu, 2 April 2025.

Berdasarkan pantauan dua hari terakhir, kemacetan terjadi dari siang hingga sore hari. Sementara pada malam arus lalu lintas mulai terurai. “Seperti malam ini (Rabu malam), exit toll sudah terlihat lenggang, demikian pula dari arah Bogor menuju Sukabumi Kota,” katanya.

Arif menyebut, dari hasil survei terhadap pengemudi, 40 persen bertujuan wisata, sedangkan 60 persen lainnya bersilaturahmi ke Sukabumi Kota dan Cianjur. Animo masyarakat yang tinggi untuk berwisata menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas. Selain itu, titik-titik penyempitan jalur seperti Simpang Angkrong, Simpang Palasari, SPBU Ongkrak, Simpang Cikidang, Pamuruyan, Simpang Nagrak, dan Pasar Cibadak, juga berkontribusi terhadap perlambatan kendaraan.

“Selain volume kendaraan yang meningkat, penyebab kemacetan juga berasal dari titik-titik krusial perlambatan kendaraan,” jelasnya.

Baca Juga: Pantai Karanghawu Sukabumi Tetap Jadi Tujuan Favorit Wisatawan di Libur Lebaran 2025

Arif menyebut sistem one way di Jalur Puncak ikut berpengaruh terhadap kepadatan di Sukabumi. “Puncak ditutup pukul 01.30 WIB kemarin untuk arus dari atas ke bawah. Itu berimbas ke sini karena kendaraan diarahkan ke Sukabumi. Pukul 17.00 WIB biasanya one way kembali dibuka dari bawah ke atas,” katanya.

Terkait penutupan Pintu Tol Parungkuda, Arif menjelaskan langkah tersebut diambil secara situasional untuk mengurai kepadatan. “Penutupan dilakukan ketika ekor kemacetan mencapai KM 71. Kami berkoordinasi dengan PJR Korlantas dan pihak TJT, sehingga exit ditutup di KM 60 dan arus dialihkan ke Cigombong,” ujar dia.

Penutupan Pintu Tol Parungkuda dilakukan sekira pukul 14.00 WIB kemarin dan sudah dibuka kembali sejak pukul 17.00 WIB.

Satlantas Polres Sukabumi menerapkan strategi cara bertindak (CB) berupa penarikan arus di titik-titik krusial. “Kami lakukan penarikan arus yang terpadat, seperti dua kali di Simpang Cikidang dan Simpang Nagrak. Ini yang disebut CB sepenggal, yaitu memperlintaskan atau menarik arus yang terpadat,” jelasnya.

Arif menambahkan, jika terjadi kepadatan di pintu tol, petugas akan menutup sementara akses masuk hingga ekor kemacetan maju ke Simpang Cikidang. “Begitu ekornya sudah maju, baru kita tutup sehingga kendaraan tidak langsung masuk ke jalur yang mengarah ke Bogor,” kata dia.

Berita Terkait
Berita Terkini