Camat Parungkuda Sukabumi Sesalkan Penggunaan Ambulans Desa untuk Kepentingan Pribadi

Sukabumiupdate.com
Rabu 02 Apr 2025, 13:46 WIB
Ambulans Desa Kompa viral karena diduga bawa wisatawan dan menerobos kemacetan di depan Gerbang Tol Bocimi Parungkuda pada hari kedua Lebaran 2025. (Sumber Foto: Dok. Satlantas Polres Sukabumi)

Ambulans Desa Kompa viral karena diduga bawa wisatawan dan menerobos kemacetan di depan Gerbang Tol Bocimi Parungkuda pada hari kedua Lebaran 2025. (Sumber Foto: Dok. Satlantas Polres Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com – Camat Parungkuda, Kurnia Lismana menyayangkan insiden penggunaan mobil ambulans Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yang viral usai dihentikan Polisi karena disalahgunakan untuk menerobos antrean kemacetan di depan Gerbang Tol Bocimi Parungkuda pada hari kedua lebaran, Selasa (1/4/2025).

Menurut Kurnia, kendaraan ambulans seharusnya digunakan sesuai peruntukannya, bukan untuk kepentingan pribadi.

Setelah kejadian tersebut, ia segera menginstruksikan seluruh kepala desa di Kecamatan Parungkuda untuk lebih mengawasi penggunaan ambulans desa.

“Saya meminta kepala desa untuk lebih mengawasi penggunaan ambulans desa, karena rata-rata baik kunci maupun operasional mobilnya langsung dipegang oleh sopir ambulans,” ujar Kurnia saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Rabu (2/4/2025).

Baca Juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Gede Meningkat, Ini Imbauan Badan Geologi

Ia juga menegaskan agar ambulans desa tidak disalahgunakan, terutama di masa libur Idulfitri. “Apalagi saat ini dalam masa libur Idulfitri, jangan sampai ada penyalahgunaan unit, terutama dengan menyalakan rotator dan sirine untuk kepentingan yang tidak semestinya,” katanya.

Kurnia berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai fungsi dan peran ambulans sebagai kendaraan darurat, serta menghindari penyalahgunaan yang bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap layanan darurat.

“Jangan sampai hal serupa terulang lagi," tandasnya.

Kepala Desa Kompa, Yulianti, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakan stafnya. Ia menegaskan bahwa ambulans desa harus digunakan sebagaimana mestinya. “Saya sudah memberikan teguran kepada sopir ambulans agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” jelasnya.

Sementara itu, Yuyu (47 tahun), sopir ambulans Desa Kompa, mengakui bahwa dirinya menggunakan ambulans tanpa meminta izin kepada kepala desa. Ia pun meminta maaf atas kejadian tersebut dan membuat video klarifikasi.

“Sebenarnya bukan untuk berwisata ke Palabuhanratu, ini untuk mengantarkan ibu-ibu menjenguk anaknya di Lapas. Saya memohon maaf kepada semua pihak,” ujar Yuyu dalam video klarifikasinya.

Sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda M. Yanuar Fajar, menjelaskan bahwa ambulans tersebut dihentikan karena melaju dengan sirine darurat menyala dan mengambil jalur kanan untuk mendahului kendaraan lain.
“Informasinya, mereka mengaku hendak menjenguk orang sakit di RS Sekarwangi. Namun, dari penampilan para penumpang, terlihat seperti hendak berwisata,” ungkap Fajar kepada awak media.

Petugas lalu menginstruksikan ambulans tersebut untuk kembali ke daerah asalnya.

“Ambulans itu melaju di jalur kanan dengan sirine dan rotator menyala. Setelah dicek, ternyata tidak membawa pasien. Oleh karena itu, kami lakukan tindakan pemutaran arah,” jelasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini