SUKABUMIUPDATE.com - Patung penyu di Alun-Alun Gadobangkong di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang disorot netizen mendadak hilang tanpa jejak. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (5/2/2025), patung yang sebelumnya berdiri di area alun-alun itu kini sudah tidak ada.
"Kemarin - kemarin masih ada, tapi sekarang udah ngga ada. Kami juga nggak tahu kapan tepatnya raib. Nggak ada yang lihat siapa yang mengambil," ujar Supriadi warga yang tinggal di sekitar kawasan gadobangkong Palabuhanratu.
Patung penyu tersebut menjadi sorotan setelah rusak, karena bahan pembuatnya terlihat, kertas mirip kardus dengan rangka batang bambu. Publik kemudian ramai-ramai mempertanyakan hal tersebut, karena pembangunan proyek alun-alun gadobangkong Palabuhanratu ini menghabiskan anggaran negara senilai Rp15,6 miliar.
Baca Juga: Masjid di Cikembar Sukabumi Tiba-tiba Ambruk, Timpa 2 Jemaah Salat Subuh
Dibawa Penyedia Proyek
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, mengatakan bahwa patung tersebut tidak hilang, melainkan tengah diperbaiki oleh pihak penyedia proyek.
"Sedang diperbaiki oleh penyedia. Kemarin (hari Selasa, 4 Maret 2025) diambilnya," singkat Prasetyo saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com melalui aplikasi perpesanan.
Potret kerusakan ornamen penyu di Alun-alun Gadobangkong Palabuhanratu Sukabumi, (27/2/2025).
Sebelumnya diberitakan, Imran Firdaus, perwakilan kontraktor penyedia proyek ini menjelaskan, sebagian kerusakan di alun-alun gadobangkong disebabkan oleh faktor alam, terutama banjir rob. Ia pun mengklaim sudah melakukan berbagai perbaikan di beberapa titik yang terdampak selama masa pemeliharaan. Kewajiban itu menurutnya sesuai aturan dalam pengadaan barang dan jasa.
Baca Juga: Pimpin Apel Pagi, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Komitmen Benahi RSUD Bunut
"Untuk Alun-Alun Gadobangkong, serah terima pertama dilakukan pada Februari 2024 dengan masa pemeliharaan enam bulan. Serah terima kedua dilakukan Agustus 2024, lalu pada September 2024, Pemprov Jabar menyerahkan ke Kabupaten Sukabumi," jelas Imran.
Menanggapi temuan kardus dalam ornamen penyu yang ramai dibahas warganet, Imran menjelaskan bahwa material tersebut bukan bahan utama.
"Kardus itu hanya digunakan sebagai cetakan awal sebelum dilapisi resin dan fiberglass, yang merupakan bahan utama ornamen. Jadi bukan berarti patung penyu ini terbuat dari kardus," tegasnya.