SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kecamatan Curugkembar dan Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, masih menanti kepastian pembangunan jembatan Cibodas yang menghubungkan dua wilayah tersebut. Kondisi jembatan gantung tersebut yang semakin rapuh menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga yang melintas setiap hari.
Jembatan gantung sepanjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter ini membentang di atas Sungai Cibodas, menghubungkan Kampung Cimahi Desa Banjarsari Kecamatan Cidadap dan Kampung Sindangkerta Desa Curugkembar Kecamatan Curugkembar.
Dari informasi yang dihimpun, jembatan ini dibangun lebih dari 30 tahun lalu, dan telah mengalami kerusakan parah sejak 16 tahun terakhir. Deck atau lantai jembatan yang lapuk serta tali gantung yang nyaris putus membuat warga harus bertaruh nyawa setiap kali melintasinya.
"Ini kayunya damparannya sudah beberapa kali diperbaiki oleh warga dengan gotong royong, tapi sudah rusak lagi, dan hari ini diperbaiki lagi, karena jelang bulan puasa pertama, banyak aktivitas warga lewat jembatan," ungkap Yandi Cahyadi, tokoh pemuda Kecamatan Cidadap, kepada sukabumiupdate.com, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga: Jembatan Cinta Rampung, Warga Cimanggu Sukabumi Bersukacita dengan Ngubek Lauk
Baca Juga: Jembatan Cinta Rampung, Warga Cimanggu Sukabumi Bersukacita dengan Ngubek Lauk
Menurut Yandi harapan warga sempat muncul empat tahun lalu, tepatnya pada 16 April 2020, ketika pemerintah mengumumkan tender Detail Engineering Design (DED) jembatan Cibodas melalui LPSE. Saat itu, PT Arjasari Primaraya ditetapkan sebagai pemenang. Namun hingga kini, pembangunan jembatan permanen yang diharapkan warga tak kunjung terealisasi.
Warga semakin khawatir, karena jembatan ini merupakan akses utama menuju sekolah dan fasilitas kesehatan. Jika jembatan ini ambruk, mereka harus menempuh perjalanan puluhan kilometer melalui Kecamatan Sagaranten untuk mencapai tujuan yang biasanya dapat dijangkau dengan waktu singkat.
"Warga sudah lelah menunggu janji-janji yang tak kunjung ditepati. Kami hanya ingin jembatan yang aman dan layak, agar anak-anak kami bisa bersekolah dengan tenang," ujarnya.
Keluhan warga telah berulang kali disampaikan melalui media sosial dan media massa, lanjut Yandi, Pemdes Banjarsari dan Pemdes Curugkembar sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan pembangunan akan dilaksanakan.
"Berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera merespons tuntutan warga dan merealisasikan pembangunan jembatan permanen. Di tengah ketidakpastian ini, warga hanya bisa berharap agar pemerintah segera bertindak sebelum jembatan Cibodas benar-benar ambruk dan menelan korban jiwa," pungkas Yandi.