Pasar Marema Ramadan 2025 di Kota Sukabumi Resmi Dibatalkan, Ini Pertimbangannya

Kamis 27 Februari 2025, 18:19 WIB
Situasi di Jalan Kapten Harun Kabir Kota Sukabumi, Selasa (25/2/2025) | Foto : Asep Awaludin

Situasi di Jalan Kapten Harun Kabir Kota Sukabumi, Selasa (25/2/2025) | Foto : Asep Awaludin

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota Sukabumi resmi memutuskan untuk meniadakan gelaran Pasar Marema selama Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Hasan Asari menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten I dan Kesra Setda Kota Sukabumi belum lama ini.

Dari catatan hasil rapat yang mengundang berbagai pihak terkait itu, Hasan menyatakan tidak ada satu pun pihak yang secara penuh menyatakan dukungan eksklusif terhadap penyelenggaraan pasar musiman tersebut.

Pihaknya juga memperhatikan adanya dinamika penolakan dari para pemilik toko di sepanjang Jalan Kapten Harun Kabir.

“Kami juga memperhatikan kondisi sosial ketertiban aspirasi dan dinamika yang berkembang maka pemerintah Kota Sukabumi menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar marema untuk tahun ini belum biasa dilaksanakan,” ujar Hasan kepada wartawan di Balai Kota Sukabumi, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga: Pemilik Toko di Jalan Kapten Harun Kabir Kota Sukabumi Keberatan Dengan Pasar Ramadan

Selain itu, pertimbangan lain juga datang mengingat status Jalan Kapten Harun Kabir merupakan jalan aktif lalu lintas sehingga banyak hal yang harus dipersiapkan.

“Nah itu kan kalau perlu dilakukan melalui KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) atau appraisal kan perlu waktu. Berbeda dengan di eks terminal (Degung) memang lahan yang dimanfaatkan karena tidak digunakan oleh sirkulasi lalu lintas,” kata dia.

Selain persoalan teknis, aspek kultural dan hukum juga menjadi faktor yang membuat pelaksanaan Pasar Marema sulit direalisasikan dalam waktu dekat. Hasan Asari menegaskan bahwa penyelenggaraan pasar di ruang publik memerlukan persiapan panjang, termasuk aspek retribusi dan pengaturan pedagang.

“Secara kultural kemudian timing kalaupun itu perlu dilaksanakan memang perlu persiapan yang panjang karena harus ada perencanaan terlebih dahulu dan itu kan merupakan jalan lalu lintas,” tambahnya

Pasar marema sendiri bukan lah hal yang baru bagi warga Kota Sukabumi. Berdasarkan catatan sejarah, pasar ini sudah ada sejak sekitar 9-10 tahun lalu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan mengenai pasar ramadan ini terus mengalami perubahan sesuai dengan kondisi dan pertimbangan yang ada.

Hasan juga menegaskan bahwa pemerintah sebenarnya tidak memiliki rencana khusus terkait pelaksanaan Pasar Marema dalam perencanaan kerja perangkat daerah. Keinginan untuk menyelenggarakan pasar ini lebih banyak berasal dari masyarakat dan pelaku usaha yang melihat bulan Ramadan sebagai peluang ekonomi.

“Sehingga mohon kepada seluruh pihak yang berkepentingan kami permohonan maaf sesuai dengan dinamika yang berkembang maka untuk saat ini pelaksanaan pasar marema atau pasar ramadan belum bisa dilaksanakan,” ucapnya.

Kemudian mengantisipasi para pedagang yang tetap memaksakan untuk berjualan di sepanjang Jalan Kapten Harun Kabir,  Hasan menegaskan bahwa hal tersebut akan ditindak melalui dinas terkait.

“Itu kan kondisi rill masyarakat dan juga ada dua aspek sebenarnya satu ada aspek penegakan hukum ada juga aspek pembinaan terhadap para pedagang. Hanya kalau secara formal tetap untuk saat ini nanti harus ditindak lanjuti oleh institusi terkait penertiban untuk mengatur dan menata agar tetap sirkulasi sesuai dengan peruntukannya,” pungkasnya.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi27 Februari 2025, 20:40 WIB

Kondisi Terkini 2 Korban Selamat dari Sambaran Petir di Simpenan Sukabumi

Diketahui, kejadian tragis 4 warga tersambar petir di Simpenan Sukabumi ini terjadi pada Rabu 26 Februari 2025 siang. Akibatkan 2 orang tewas, 2 luka.
Warga saat mengevakuasi korban tersambar petir di Simpenan Sukabumi, Rabu (26/2/2025). | Foto : Istimewa
Sukabumi27 Februari 2025, 20:02 WIB

Dampak Proyek Tol Bocimi, Lalu Lintas Nagrak-Cibadak Bakal Dialihkan

Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi melakukan uji coba pengalihan lalu lintas di Simpang Jalan Alternatif Nagrak menuju Warungkaung, Jelegong, dan Cibadak
Dishub Kab Sukabumi, Fokopimcam Nagrak, Dinas PU dan Waskita saat uji coba pengalihan lalu lintas rute Cibadak-Nagrak imbas pembangunan tol bocimi seksi 3 | Foto : Dishub
Entertainment27 Februari 2025, 20:00 WIB

Harga Tiket Fan Meeting Lee Min Ho di Jakarta, yang Bisa Dibeli Mulai Hari Ini

Lee Min Ho akan memberikan penampilan dan interaksi menarik dengan para penggemar yang datang ke fanmeeting nanti. Pastinya bakal terasa seru sampai sulit sekali untuk dilupakan.
Harga Tiket Fan Meeting Lee Min Ho di Jakarta, yang Bisa Dibeli Mulai Hari Ini (Sumber : Instagram/@actorleeminho)
Sukabumi27 Februari 2025, 19:59 WIB

Potret Kerusakan Alun-alun Gadobangkong Sukabumi, Ornamen Penyu hingga Jogging Track Jebol

Kondisi Alun-alun Gadobangkong Palabuhanratu Sukabumi rusak parah di sana-sini. Berikut kata pihak kontraktor dan DLH.
Potret kerusakan ornamen penyu di Alun-alun Gadobangkong Palabuhanratu Sukabumi, (27/2/2025). (Sumber Foto: SU/Ilyas)
Produk27 Februari 2025, 19:38 WIB

Jelang Munggahan, Harga Daging di Pasar Palabuhanratu Sukabumi Naik

Menjelang munggahan atau H-1 bulan Ramadan, harga daging kerbau dan ayam boiler di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengalami kenaikan.
Pedagang daging di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi
Life27 Februari 2025, 19:19 WIB

Ngubek Lauk di Empang, Tradisi Papajar Ala Warga Jampangkulon Sukabumi

Ratusan warga di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, antusias mengikuti "Ngubek Lauk di Empang", pada Kamis (27/2/2025)
Ratusan warga turun ke kolam bgubek lauk di empang dalam rangka papajar di Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ragil Gilang
Life27 Februari 2025, 19:00 WIB

Perjalanan Spiritual Raden Walangsungsang, Putra Prabu Siliwangi yang Masuk Islam

Raden Walangsungsang, juga dikenal sebagai Pangeran Cakrabuana, adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di Jawa Barat, khususnya di wilayah Cirebon.
Ilustrasi - Raden Walangsungsang, anak dari Prabu Siliwangi yang kemudian masuk agam Islam. (Sumber : Meta AI).
Sukabumi27 Februari 2025, 18:20 WIB

Kabar Terbaru Bandara Cikembar Sukabumi, Kades Curhat: Mati Secara Ekonomi

Kepala Desa Cimanggu, Baenuri Samsi menyebut proyek tersebut tak hanya tanpa kabar dan kejelasan tapi juga menyisakan persoalan.
Ilustrasi bandara. Perda RWRT Jabar memuat rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Sukabumi dan Karawang (Sumber : pixabay)
Sukabumi27 Februari 2025, 18:19 WIB

Pasar Marema Ramadan 2025 di Kota Sukabumi Resmi Dibatalkan, Ini Pertimbangannya

Berikut pertimbangan Pemkot Sukabumi resmi meniadakan Pasar Marema Ramadan tahun ini di jalan Harun Kabir.
Situasi di Jalan Kapten Harun Kabir Kota Sukabumi, Selasa (25/2/2025) | Foto : Asep Awaludin
Sukabumi27 Februari 2025, 18:02 WIB

Universitas Nusa Putra Kecam Aksi Tak Terpuji Oknum PN Sukabumi: Korban Akan Didampingi Satgas PPKS

Civitas Akademika Universitas Nusa Putra mengecam aksi tak terpuji berupa pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum petugas honorer ES (46 tahun) kepada mahasiswi Fakultas Hukum
Konferensi Pers Satgas PPKM Universitas Nusa Putra terkait kasus pelecehan seksual kepada mahasiswa magang di PN Sukabumi | Foto : Asep Awaludin