SUKABUMIUPDATE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus bersiaga ditengah musim hujan yang masih berlangsung. Status siaga hidrometeorologi yang ditetapkan sejak akhir November masih diberlakukan, mengingat curah hujan di beberapa wilayah masih cukup tinggi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa pihaknya selalu memperbarui informasi cuaca yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Setiap hari kita update laporan dari BMKG, mereka memberikan informasi tentang daerah mana saja yang akan terdampak hujan. Informasi ini kemudian kami sebar ke wilayah-wilayah kecamatan agar tim di lapangan lebih siap,” ujar Deden kepada sukabumiupdate.com, Rabu (26/2/2025).
Salah satu strategi yang diterapkan BPBD Kabupaten Sukabumi dalam menghadapi bencana adalah peran aktif Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK). Menurut Deden, sistem ini menjadi percontohan bagi daerah lain yang memiliki cakupan wilayah luas.
Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Masih Mengancam: 82 Ton NaCL Disemai di Selatan Jawa
“P2BK hanya ada di Sukabumi, dan kita akan jadi percontohan karena sudah ada beberapa daerah dengan luas wilayah yang sama bertanya mengenai konsepnya. P2BK di kecamatan bertugas melakukan asesmen awal, sehingga jika terjadi bencana seperti di Cidolog atau Cidadap, mereka bisa langsung mendata dan mengkaji situasi tanpa harus menunggu tim dari kabupaten. Ini membuat respons lebih cepat dan koordinasi lebih efektif,” jelasnya.
Deden menambahkan bahwa komunikasi antara P2BK dengan pihak Forkopimcam berjalan lancar, baik di wilayah Sukabumi Utara maupun Selatan. Dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, hampir seluruhnya terdampak bencana belakangan ini, meskipun dengan skala yang berbeda-beda.
“Bencana yang paling sering terjadi adalah longsor. Hampir setiap kecamatan mengalami dampaknya. Selain itu, kita juga berada di wilayah yang memiliki sesar, sehingga masyarakat perlu lebih waspada,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengenali potensi bencana di wilayah masing-masing. “Yang terpenting adalah mengenali situasi di lingkungan sekitar agar lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana,” pungkasnya. (Adv)