Papajar, Tradisi Sukabumi yang Menghidupkan Semangat Menyambut Ramadan

Rabu 26 Februari 2025, 16:20 WIB
(Ilustrasi) Membaca sejarah papajar Ramadan di Sukabumi. | Foto: Unsplash/Simon Infanger

(Ilustrasi) Membaca sejarah papajar Ramadan di Sukabumi. | Foto: Unsplash/Simon Infanger

SUKABUMIUPDATE.com - Tidak lama lagi umat Islam di Indonesia, termasuk Sukabumi, akan menjalani ibadah puasa Ramadan. Sejumlah tradisi biasa dilakukan masyarakat dalam menyambut bulan suci ini, salah satunya papajar.

Papajar saat ini dipahami sebagai tradisi untuk melakukan rekreasi menjelang datangnya bulan Ramadan. Di Sukabumi sendiri papajar pada umumnya dilakukan ke wilayah wisata pantai Palabuhanratu atau beberapa tempat wisata lainnya.

Secara teknis, saat papajar biasanya keluarga membawa makanan (seperti nasi timbel lengkap dengan lauknya) ke tempat rekreasi dan makan bersama di sana, baik di rerumputan maupun membawa tikar yang digelar di atas pasir pantai.

Pengamat sejarah Sukabumi Irman Firmansyah mengatakan tradisi itu memang berakar dari kebiasaan masyarakat Sukabumi, meski sedikit mengalami pergeseran.

Baca Juga: BRIN Prediksi Awal Puasa Ramadan 2025 Pemerintah Berbeda dengan Muhammadiyah

Papajar konon berasal dari istilah mapag pajar yang tidak lain adalah fajar Ramadan. Tak jarang istilah ini juga disebut munggahan, meski secara spesifik agak berbeda.

Irman yang juga penulis buku Soekaboemi the Untold Story mengungkapkan tradisi papajar tidak hanya berkembang di Sukabumi, namun juga di Cianjur, Padalarang, dan Purwakarta.

Hal itu dimungkinkan karena pengaruh Cianjur yang pada masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) merupakan pusat kekuasaan lokal yang masih kuat, terutama di wilayah Sunda bagian Selatan.

"Pada 1724 di masa kekuasaan Wiratanudatar III, wilayah Cianjur cukup luas, karena selain wilayah Sukabumi menjadi bagian dari wilayah Cianjur, sebagian wilayah kampung baru (Bogor) dan basisir kidul juga masuk ke dalam kekuasaan Cianjur," kata Irman.

Cianjur yang merupakan simbol kekuasaan Sunda dan bercirikan keislaman, saat itu memiliki tradisi mengumumkan waktu Ramadan di Masjid Agung.

Para ulama dan sebagian masyarakat biasanya menunggu hasil keputusan pemerintah dengan berkumpul di masjid, saling bermaafan, dan membawa makanan. Di sana lah mereka menunggu keputusan sambil makan bersama.

Tradisi ini kemudian berkembang ke seluruh wilayah Cianjur dan perbatasannya yang saat itu disebut Jampang, Cidamar, Cihea, Cikalong. Sehingga tak mengherankan jika sebagian wilayah Batulayang (selatan Bandung dan perbatasan Garut) hingga Utara Cibalagung dan Cikalong (sebagian wilayah Purwakarta sekarang) terpengaruh oleh tradisi papajar ini.

"Tradisi ini terus berkembang, tak hanya berkumpul di masjid, namun ada pula yang ke kuburan berziarah ke makam keluarga maupun ke tempat tertentu untuk bersantai dan makan bersama keluarga," lanjut Irman.

Selain memohon doa dan meminta maaf, salah satu kategori papajar ini seolah sebagai ajang memuaskan diri, terutama makan minum sebelum munculnya pembatasan di bulan Ramadan.

Sebenarnya durasi papajar bisa dalam masa sebulan sebelum memasuki bulan Ramadan dengan aktivitas piknik atau makan bersama sebelum nanti dilarang karena harus menjalani ibadah puasa.

Namun konsep papajar semakin berkembang, di mana semula hampir sama dengan munggahan karena dilakukan sehari sebelum Ramadan, saat ini durasinya berubah menjadi sekitar seminggu sebelum Ramadan karena masyarakat menyesuaikan waktunya dengan libur maupun cuti.

"Tradisi ini muncul kembali secara ramai pada 1980-an dan terus dilakukan hingga sekarang. Palabuhanratu tidak hanya menjadi favorit papajar masyarakat Sukabumi, tetapi juga masyarakat Cianjur dan sebagian Bandung," kata Irman.

Pada faktanya tradisi ini kemudian menjadi potensi pariwisata di sekitar bulan Ramadan, seperti juga tradisi ngabuburit dan mudik.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi26 Februari 2025, 20:52 WIB

Mahasiswi Magang Korban Pelecehan Seksual di PN Sukabumi Diduga Diminta Tutup Mulut

Juru Bicara PN Sukabumi Kelas IB membantah dugaan permintaan tutup mulut.
Situasi Gedung PN Sukabumi Kelas IB di Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi pada Rabu (26/2/2025). | Foto: SU/Asep Awaludin
Entertainment26 Februari 2025, 20:00 WIB

Yoo Yeon Seok Gelar Fan Meeting Perdana di Indonesia pada Tahun Ini

Aktor asal Korea Selatan Yoo Yeon Seok akan menggelar fan meeting pertamanya di Indonesia pada 5 April 2025 yang berlokasi di JIExpo Theatre Kemayoran, Jakarta Utara.
Yoo Yeon Seok Gelar Fan Meeting Perdana di Indonesia pada Tahun Ini (Sumber : Instagram/@yoo_yeonseok)
Sukabumi26 Februari 2025, 19:54 WIB

Empat Petani Tersambar Petir di Kebun Cabai di Cihaur Sukabumi, 2 Tewas, 2 Dilarikan ke RS

Empat warga Kampung Cigadog, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, tersambar petir saat sedang bekerja menanam cabai di kawasan hutan (leweng).
Warga saat memberikan pertolongan kepada korban tersambar petir di Cihaur, Simpenan, Sukabumi | Foto : Capture Video Facebook
Sukabumi26 Februari 2025, 19:36 WIB

Nyaris Terjun ke Jurang, Truk Tangki Tabrak Colt Diesel di Palabuhanratu Sukabumi

Truk tangki melaju dari arah Palabuhanratu menuju Warungkiara.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan di Kampung Cikawini, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/2/2025). | Foto: Kepolisian
Life26 Februari 2025, 19:00 WIB

Petilasan Sunan Kalijaga Cirebon dan Kisah 99 Kera yang Dikutuk Akibat Malas Sholat Jumat

Sunan Kalijaga adalah salah satu Wali Songo yang sangat dihormati di Indonesia. Beliau dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam yang menggunakan pendekatan budaya lokal dalam dakwahnya.
Petilasan Sunan Kalijaga di Cirebon sering dikunjungi oleh para peziarah dan wisatawan religi. (Sumber : Foto Sunan Kalijaga/AvamauzaWikipedia/Instagram/@agus_goank99).
Entertainment26 Februari 2025, 18:30 WIB

Menjelang Rilis Album Baru, Lisa BLACKPINK Umumkan Light Stick Solonya

Lisa BLACKPINK mengumumkan light stick solonya melalui siaran langsung pada Selasa, 25 Februari 2025. Tentunya para penggemar menyambutnya dengan baik dan antusias.
Menjelang Rilis Album Baru, Lisa BLACKPINK Umumkan Light Stick Solonya (Sumber : Instagram/@lalalalisaa_m)
Sukabumi26 Februari 2025, 18:25 WIB

27 Februari Perbaikan Pipa! Pelanggan Perumdam TJM Palabuhanratu Diminta Tampung Air

Pekerjaan ini untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Kantor Perumdam TJM Cabang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa
Sukabumi26 Februari 2025, 18:25 WIB

DPMPTSP Sukabumi Permudah Persyaratan Izin Kepemilikan Rumah bagi Masyarakat Kurang Mampu

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kebijakan terkait persyaratan izin kepemilikan hunian yang layak bagi masyaakat berpenghasilan rendah.
Ali Iskandar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi | Foto : Turangga Anom
Sukabumi26 Februari 2025, 18:18 WIB

Pelakunya Honorer, Viral Pelecehan Seksual Mahasiswi Magang di Pengadilan Negeri Sukabumi

Hal itu diketahui setelah akun @gema.nsp mengunggah sebuah video di media sosial instagramnya pada Rabu (26/2/2025) dan telah ditonton sebanyak 36,1 ribu, disukai 962 dan dikomentari oleh 158 akun.
Pengadilan Negeri Sukabumi (Sumber: su/awal)
Sukabumi26 Februari 2025, 18:15 WIB

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1446 H Wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi

Jadwal Imsakiyah 2025 adalah jadwal yang mencakup waktu-waktu penting selama bulan Ramadan 1446 H,
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi Wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi (Sumber : Ist)