Material Longsor di Tanjakan Cipeucang Sukabumi Berhasil Dievakuasi, Lalin Buka Tutup

Kamis 16 Februari 2023, 18:25 WIB
Longsor yang menutup ruas jalan provinsi di Tanjakan Cipeucang Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi berhasil dievakuasi. Lalin buka tutup. | Foto: P2BK Ciemas Idrus Stansyah

Longsor yang menutup ruas jalan provinsi di Tanjakan Cipeucang Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi berhasil dievakuasi. Lalin buka tutup. | Foto: P2BK Ciemas Idrus Stansyah

SUKABUMIUPDATE.com - Longsor yang menutup ruas jalan Waluran-Mareleng-Palangpang di Tanjakan Cipeucang Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi berhasil dievakuasi.

Material tanah longsor dari tebing setinggi 20 meter tersebut berhasil dibersihkan oleh petugas gabungan sekitar pukul 16.40 WIB, Kamis (16/2/2023).

Meski sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, namun di lokasi masih diberlakukan buka tutup. Ini dikarenakan amblasnya bahu jalan sepanjang 30 meter akibat longsor.

"Hampir 16 jam jalan tertutup longsor. Alhamdulillah kita sekarang didukung cuaca yang bagus. Dan ini (akses jalan) sudah mulai bisa tembus, cuman masih bergantian," ujar Entis Sutisna, Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah IV Dinas Bina Marga Provinsi Jabar di lokasi kejadian.

Baca Juga: Tumbang 2-1 dari Bhayangkara FC, Persija Jakarta Gagal Kudeta Puncak Klasemen

Entis menyebut, pihak Bina Marga Provinsi mengerahkan dua alat berat berupa Backhoe Loader dan tiga dump truck untuk membantu mengevakuasi material longsoran ini. Selain itu pihaknya juga dibantu petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk membersihkan material di badan jalan.

Terkait adanya kerusakan bahu jalan yang berpotensi membahayakan pengendara yang melintas, Entis menyebut pihaknya akan melakukan langkah antisipasi dengan memasang rambu-rambu di lokasi tersebut.

"Terus kita pasang pengaman sementara, mungkin dengan police line dan karung-karung diisi tanah. Untuk selanjutnya, besok kita ada tim ahli dari Provinsi langsung ke lapangan, kemungkinan akan mengecek terkait langkah atau desain apa yang akan dibuat di lokasi longsor ini," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, longsor yang dipicu hujan deras sepanjang hari ini terjadi pada Rabu malam, 15 Februari 2023. Selain menutup akses jalan dari dan menuju Pantai Palangpang di Desa Ciwaru, longsor juga menimbun satu sepeda motor.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Sukabumi23 Februari 2025, 06:21 WIB

Kabar Duka, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi Dedi Damhudi Meninggal Dunia

Dedi Damhudi, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Bandung.
Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi Dedi Damhudi meninggal dunia. (Sumber Foto: Istimewa)
Science23 Februari 2025, 06:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 23 Februari 2025, Potensi Turun Hujan di Siang Hari

Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga hujan pada 23 Februari 2025.
Ilustrasi - Sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga hujan pada 23 Februari 2025. (Sumber : Pixabay.com/@holgerheinze0)
Kecantikan22 Februari 2025, 22:34 WIB

5 Cara Ampuh Memperbaiki Kulit Berminyak yang Dehidrasi, Bisa di Coba di Rumah

Kulit berminyak yang mengalami dehidrasi mungkin disebabkan oleh kurangnya asupan air atau penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat.
Ilustrasi cara memperbaiki kulit berminyak yang dehidrasi (Sumber: Freepik/@stockking)
Sukabumi22 Februari 2025, 22:32 WIB

Setelah Autopsi, Samson Sang Preman Simpenan Sukabumi Dimakamkan di TPU Pasir Pogor

Kematian Samson masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga.
Jenazah Suherlan alias Samson (33 tahun) saat akan dimakamkan di TPU Pasir Pogor, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/2/2025). | Foto: SU/Ilyas Supendi
Kecantikan22 Februari 2025, 22:25 WIB

Kulit Berminyak dan Dehidrasi: Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dengan perawatan yang tepat, kulit berminyak yang dehidrasi dapat dikembalikan keseimbangannya. Ingat, hidrasi adalah kunci untuk kulit yang sehat dan bercahaya.
Ilustrasi kulit berminyak dan dehidrasi (Sumber:  Freepik/@KamranAydinov)
Nasional22 Februari 2025, 21:54 WIB

Diduga Dipecat Jadi Guru Pasca Kritik Polisi, Mendikdasmen Diminta Segera Bela Citra Sukatani

Guru merupakan warga negara yang dijamin hak-haknya.
Personel band punk Sukatani. | Foto: X/barengwarga
Life22 Februari 2025, 21:30 WIB

10 Cara Efektif Menghilangkan Noda Pewarna Rambut yang Menempel di Kulit

Mewarnai rambut tidak diragukan lagi merupakan salah satu cara termudah untuk mengubah penampilan. Namun, terkadang, betapapun kerasnya upaya untuk mencegahnya, warna rambut ini dapat meninggalkan bekas pada kulit.
Ilustrasi seorang wanita menggunakan pewarna rambut (Sumber: Freepik/@user18526052)
Sukabumi22 Februari 2025, 21:13 WIB

Tulang Tengkorak Terpotong, 4 Luka pada Wajah Warga Sukabumi yang Tewas di Tangan Adiknya

Tim dokter tidak melakukan tindakan autopsi terhadap jenazah Hendra.
Ketua tim dokter forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dr Nurul Aida Fathya saat dimintai keterangan oleh wartawan soal kematian Hendra (55 tahun) pada Sabtu (22/2/2025). | Foto: SU/Asep Awaludin
Sehat22 Februari 2025, 21:00 WIB

Panduan Lengkap Mengatasi Sakit Punggung: Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahannya

Dengan memahami penyebab, pengobatan, dan langkah pencegahan, Anda dapat mengelola sakit punggung secara efektif dan mencegahnya mengganggu aktivitas harian.
Ilustrasi seseorang mengalami sakit punggung (Sumber: Freepik/@stefamerpik)
Sehat22 Februari 2025, 20:30 WIB

Panduan Aman Puasa Intermiten untuk Ibu Menyusui: 8 Tips dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Puasa intermiten dapat memberikan manfaat bagi ibu menyusui jika dilakukan dengan benar dan hati-hati. Namun, keamanan dan efektivitasnya bergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing ibu dan respons bayi.
Ilustrasi panduan aman puasa intermiten untuk ibu menyusui (Sumber: Freepik/@freepik)