Kenapa Kulit Gatal Saat Cuaca Dingin, Apa Penyebabnya?

Sukabumiupdate.com
Kamis 03 Apr 2025, 20:00 WIB
Ilustrasi Kedinginan, Kenapa Kulit Gatal Saat Cuaca Dingin, Apa Penyebabnya? (Sumber : Freepik)

Ilustrasi Kedinginan, Kenapa Kulit Gatal Saat Cuaca Dingin, Apa Penyebabnya? (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Saat cuaca berubah menjadi dingin, banyak orang mulai merasakan kulit mereka menjadi kering, gatal, bahkan terasa sakit. Perubahan suhu yang drastis sering kali menyebabkan ketidaknyamanan ini, namun apa sebenarnya yang menyebabkan kulit gatal saat cuaca dingin? Artikel ini akan mengulas beberapa penyebab utama dan cara mengatasi masalah ini.

1. Kulit Menjadi Kering Karena Kelembapan yang Rendah

Salah satu penyebab utama kulit gatal di cuaca dingin adalah penurunan kelembapan udara. Ketika suhu turun, kelembapan di udara juga menurun, terutama di dalam ruangan yang menggunakan pemanas. Kondisi ini menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alami dan menjadi kering. Kulit yang kering akan cenderung terasa gatal, terkelupas, bahkan bisa mengalami retakan kecil yang menyebabkan rasa sakit.

2. Penggunaan Pemanas Ruangan

Pemanas ruangan yang sering digunakan saat cuaca dingin juga dapat memperburuk masalah kulit. Pemanas bekerja dengan mengurangi kelembapan di dalam ruangan, yang berdampak pada kulit yang sudah kering. Udara kering ini menarik kelembapan dari kulit, yang membuat kulit semakin dehidrasi dan gatal.

Baca Juga: 8 Penyebab Kulit Wajah Mudah Berjerawat, Awas Penumpukan Sel Kulit Mati!

3. Penyakit Kulit yang Memburuk pada Cuaca Dingin

Beberapa kondisi kulit, seperti eksim (dermatitis atopi) atau psoriasis, dapat memburuk ketika cuaca dingin. Pada orang dengan eksim, cuaca dingin dapat menyebabkan flare-up, yaitu kondisi kulit menjadi lebih meradang dan gatal. Ini disebabkan oleh reaksi kulit yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan kekeringan yang lebih ekstrem.

4. Faktor Perubahan Aliran Darah

Saat suhu tubuh menurun, tubuh secara otomatis mengalihkan aliran darah ke organ vital dan mengurangi aliran darah ke kulit. Proses ini dapat menyebabkan kulit terasa lebih sensitif dan gatal, terutama di area-area yang tidak terlindungi atau tertutup oleh pakaian.

5. Reaksi terhadap Pakaian atau Detergen

Saat cuaca dingin, kita cenderung mengenakan lebih banyak lapisan pakaian yang lebih tebal dan lebih hangat. Beberapa jenis kain, seperti wol, dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan memicu rasa gatal. Selain itu, deterjen pakaian yang digunakan untuk mencuci pakaian hangat juga bisa meninggalkan residu yang dapat mengiritasi kulit, terutama yang sensitif.

Baca Juga: Tips Mencegah Uban Tumbuh Lebih Cepat: Menjaga Kesehatan Rambut dan Kulit Kepala

6. Kebiasaan Mandi dengan Air Panas

Mandi dengan air panas adalah kebiasaan yang sering dilakukan untuk menghangatkan tubuh saat cuaca dingin. Namun, air panas dapat merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan kulit kehilangan kelembapan. Hal ini dapat membuat kulit semakin kering dan gatal. Jika terus-menerus terpapar air panas, kulit bisa menjadi iritasi dan rentan terhadap kerusakan. Untuk itu, disarankan untuk mandi dengan air hangat, bukan panas, serta menggunakan sabun yang lembut dan tidak mengandung bahan kimia keras.

7. Pengaruh Pola Makan dan Hidrasi

Asupan makanan dan cairan yang kurang dapat mempengaruhi kesehatan kulit. Saat cuaca dingin, banyak orang cenderung mengurangi konsumsi cairan karena merasa kurang haus. Padahal, dehidrasi internal juga bisa membuat kulit menjadi lebih kering dan rentan terhadap gatal. Oleh karena itu, penting untuk tetap mengonsumsi cukup air putih dan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian, yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam.


8. Pengaruh Lingkungan Luar

Selain faktor di dalam ruangan, faktor luar seperti angin dingin juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan iritasi. Angin dingin menghilangkan kelembapan alami dari kulit dan memperburuk masalah gatal. Saat keluar rumah di cuaca dingin, disarankan untuk mengenakan pakaian pelindung seperti jaket atau selendang yang dapat menutupi area kulit yang terbuka, serta menggunakan pelembap yang cukup untuk melindungi kulit dari efek buruk angin.

Baca Juga: Manfaat Bengkuang untuk Kecantikan: Rahasia Kulit Segar dan Bersinar

9. Pengaruh Stres pada Kulit
Stres dapat memengaruhi kesehatan kulit secara keseluruhan, termasuk membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan cuaca. Ketika tubuh terpapar stres, produksi hormon seperti kortisol meningkat, yang dapat menyebabkan kulit lebih rentan terhadap peradangan dan iritasi. Ini bisa memicu atau memperburuk kondisi kulit seperti eksim, psoriasis, atau ruam, yang seringkali disertai rasa gatal. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik, baik melalui meditasi, olahraga, atau teknik relaksasi lainnya.

Sumber : Mayo Clinic

Berita Terkait
Berita Terkini