SUKABUMIUPDATE.com - Batuk dan sakit tenggorokan setelah makan makanan bersantan memang bisa terjadi.
Ada beberapa kemungkinan penyebab Batuk dan Sakit Tenggorokan Setelah Makan Makanan Bersantan di Hari Lebaran.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasannya lengkap dengan cara mengatasinya.
Penyebab Batuk dan Sakit Tenggorokan Setelah Makan Makanan Bersantan
- Iritasi Tenggorokan
Makanan bersantan, terutama yang berminyak dan berlemak, dapat mengiritasi tenggorokan. Santan juga dapat meningkatkan produksi lendir, yang bisa memicu batuk dan rasa tidak nyaman di tenggorokan.
- Refluks Asam Lambung (GERD)
Makanan berlemak seperti santan dapat memicu refluks asam lambung, di mana asam lambung naik ke kerongkongan. Asam lambung ini dapat mengiritasi tenggorokan dan menyebabkan batuk.
- Alergi atau Sensitivitas
Beberapa orang mungkin memiliki alergi atau sensitivitas terhadap santan atau bahan lain dalam makanan bersantan. Hal ini dapat menyebabkan reaksi seperti batuk, sakit tenggorokan, atau gejala alergi lainnya.
- Dehidrasi
Makanan bersantan seringkali tinggi garam, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat membuat tenggorokan kering dan iritasi, memicu batuk.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Tempat Makan Bakso di Sukabumi, Cocok Buat Kuliner Lebaran!
Cara Meredakan Batuk dan Sakit Tenggorokan Setelah Makan Makanan Bersantan
1. Minuman Hangat
- Air Putih Hangat
Minum air putih hangat secara perlahan dapat membantu melembabkan dan menenangkan tenggorokan yang teriritasi. Air hangat juga membantu mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan.
- Teh Herbal
Teh chamomile, teh jahe, atau teh madu lemon memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat meredakan sakit tenggorokan. Tambahkan sedikit madu untuk efek melegakan yang lebih baik.
- Kaldu Hangat
Kaldu ayam atau kaldu sayuran hangat tidak hanya melegakan tenggorokan, tetapi juga memberikan nutrisi penting bagi tubuh.
2. Berkumur dengan Air Garam
Larutkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat.
Berkumurlah selama 30-60 detik, lalu buang airnya. Ulangi beberapa kali sehari untuk mengurangi peradangan dan meredakan sakit tenggorokan.
3. Konsumsi Madu
Madu memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Anda bisa mengonsumsi madu langsung, mencampurkannya dengan teh hangat, atau melarutkannya dalam air hangat.
4. Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh memulihkan diri. Hindari aktivitas yang berlebihan dan pastikan Anda tidur yang cukup.
5. Makanan yang Lembut
Hindari makanan yang keras, pedas, atau asam yang dapat memperburuk iritasi tenggorokan. Pilih makanan yang lembut dan mudah ditelan, seperti sup, bubur, atau yogurt.
Baca Juga: Camat Parungkuda Sukabumi Sesalkan Penggunaan Ambulans Desa untuk Kepentingan Pribadi
6. Pelembab Udara (Humidifier)
Udara kering dapat memperburuk batuk dan sakit tenggorokan.
Gunakan pelembab udara untuk menjaga kelembaban udara di ruangan.
7. Permen Pelega Tenggorokan
Permen pelega tenggorokan yang mengandung mentol atau eucalyptus dapat memberikan sensasi dingin dan melegakan tenggorokan.
8. Hindari Iritan
Hindari asap rokok, polusi udara, dan iritan lainnya yang dapat memperburuk batuk dan sakit tenggorokan.
Catatan: jika batuk dan sakit tenggorokan tidak membaik setelah beberapa hari, atau jika disertai gejala lain seperti demam atau kesulitan bernapas, segera konsultasikan dengan dokter.
Sumber: berbagai sumber.