SUKABUMIUPDATE.com - Begadang atau tidur larut malam sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar orang, terutama di kalangan pelajar dan pekerja. Meskipun tampaknya tidak berbahaya, kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan tubuh, terutama pada konsentrasi dan daya ingat. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana begadang dapat mempengaruhi fungsi otak, serta alasan ilmiah di baliknya.
1. Peran Tidur dalam Fungsi Otak
Tidur memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan otak. Selama tidur, otak melakukan berbagai proses yang vital, salah satunya adalah pemrosesan memori. Proses ini dikenal dengan sebutan "penguatan memori" (memory consolidation). Ketika kita tidur, otak akan menyaring informasi yang telah diterima sepanjang hari dan menyimpannya dalam memori jangka panjang, sekaligus menghapus informasi yang tidak penting.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Nature Neuroscience pada tahun 2017, tidur yang cukup sangat penting dalam memperkuat koneksi antar neuron yang berkaitan dengan memori. Begitu kita begadang, proses penguatan memori ini terganggu, yang mengarah pada penurunan kemampuan kita untuk mengingat dan memproses informasi dengan baik.
Baca Juga: J-Hope BTS Catatkan Rekor Baru dengan Debut “MONA LISA” di Billboard Hot 100
2. Dampak Begadang pada Konsentrasi
Begadang tidak hanya mengganggu daya ingat, tetapi juga berpengaruh buruk pada kemampuan konsentrasi. Ketika kita tidur kurang dari yang dibutuhkan (sekitar 7-9 jam per malam untuk orang dewasa), otak tidak mendapatkan kesempatan untuk memulihkan energi dan proses kognitif yang optimal. Akibatnya, kemampuan kita untuk fokus dan menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi akan terganggu.
Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School menunjukkan bahwa kurang tidur mengganggu fungsi kognitif otak, terutama kemampuan untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan berpikir jernih. Begadang membuat tingkat kewaspadaan menurun drastis, yang mengarah pada kesulitan dalam fokus pada pekerjaan atau pembelajaran.
3. Hormon yang Terganggu oleh Kurang Tidur
Tidur yang tidak cukup juga mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang berperan dalam kognisi dan suasana hati. Salah satu hormon yang terpengaruh adalah kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Ketika kita begadang, kadar kortisol dalam tubuh bisa meningkat, yang tidak hanya meningkatkan rasa stres tetapi juga mengganggu kemampuan kita untuk fokus dan berpikir dengan jelas.
Di sisi lain, begadang juga mengurangi produksi hormon melatonin, yang berfungsi untuk membantu kita tidur dengan nyenyak. Ketika kadar melatonin rendah, kualitas tidur menurun, dan proses pemulihan otak menjadi terganggu. Akibatnya, kita merasa lelah dan kurang fokus pada keesokan harinya.
Baca Juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Gede Meningkat, Ini Imbauan Badan Geologi
4. Peningkatan Risiko Gangguan Kesehatan Mental
Selain masalah konsentrasi dan daya ingat, begadang secara teratur juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa gangguan tidur yang kronis berkaitan erat dengan peningkatan risiko gangguan mood, yang pada gilirannya mempengaruhi kualitas kognitif, termasuk memori dan konsentrasi.
Banyak studi ilmiah telah membuktikan kaitan antara tidur dan kemampuan kognitif. Penelitian yang diterbitkan di Sleep Journal pada tahun 2015 menemukan bahwa tidur yang buruk berhubungan dengan penurunan kemampuan berpikir dan memori, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Begadang dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif, yang seiring waktu dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Begadang atau kurang tidur dapat mempengaruhi banyak aspek kesehatan, terutama pada konsentrasi dan daya ingat. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga fungsi otak yang optimal. Oleh karena itu, untuk mendukung konsentrasi, memori, dan kesehatan otak secara keseluruhan, sangat dianjurkan untuk menjaga pola tidur yang teratur dan cukup setiap malamnya.
Baca Juga: "Weak Hero Class 2" Rilis Teaser Pertama dan Konfirmasi Tanggal Tayang
Sumber : Bebagai Jurnal Kesehatan