Begadang dan Kesehatan Mental: Bagaimana Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Stres

Sukabumiupdate.com
Rabu 02 Apr 2025, 15:15 WIB
Ilustrasi Stres Karena Kurang Tidur, Begadang dan Kesehatan Mental: Bagaimana Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Stres (Sumber : Freepik)

Ilustrasi Stres Karena Kurang Tidur, Begadang dan Kesehatan Mental: Bagaimana Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Stres (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Kebiasaan begadang atau kurang tidur ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosi dan mengurangi stres. Menurut World Health Organization (WHO), gangguan tidur yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan mood lainnya.

1. Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Gangguan Mental

WHO menjelaskan bahwa tidur yang tidak cukup dapat mengganggu proses pemulihan tubuh dan otak, yang pada gilirannya meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Mereka menyatakan bahwa tidur kurang dari tujuh jam per malam dapat memperburuk gejala depresi dan meningkatkan kecemasan (WHO, 2020). Saat tubuh kekurangan tidur, kemampuan otak untuk mengatasi tekanan dan stres menurun, membuat individu lebih mudah merasa cemas dan tertekan.

“Kebiasaan tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Kurang tidur memperburuk kemampuan seseorang untuk mengelola stres emosional, dan meningkatkan perasaan cemas” (World Health Organization, 2020).

Baca Juga: "Weak Hero Class 2" Rilis Teaser Pertama dan Konfirmasi Tanggal Tayang

2. Perubahan Fungsi Otak yang Mempengaruhi Regulasi Emosi

Kurang tidur dapat mempengaruhi berbagai bagian otak yang terkait dengan regulasi emosi. Salah satu bagian yang terpengaruh adalah amigdala, yang bertanggung jawab untuk respons emosional, terutama yang berhubungan dengan rasa takut atau kecemasan. WHO menyatakan bahwa ketika seseorang tidak tidur cukup, amigdala menjadi lebih aktif, sementara bagian otak lain yang berfungsi untuk pengambilan keputusan dan kontrol emosi, seperti korteks prefrontal, menjadi kurang aktif. Hal ini menyebabkan reaksi berlebihan terhadap rangsangan emosional yang dapat memperburuk perasaan cemas dan stres.

“Kurang tidur meningkatkan aktivitas amigdala, sehingga seseorang lebih sensitif terhadap rangsangan emosional negatif, yang bisa meningkatkan kecemasan dan stres” (World Health Organization, 2020).

3. Penurunan Kemampuan Mengatasi Stres

WHO juga mengungkapkan bahwa tidur yang cukup penting untuk mengelola stres sehari-hari. Ketika tidur terganggu, tubuh akan merespons lebih intens terhadap stres, menyebabkan penurunan kemampuan untuk mengatasi masalah dengan cara yang sehat. Ini juga dapat memicu atau memperburuk kondisi mental yang sudah ada, seperti depresi atau gangguan kecemasan.

“Kurang tidur dapat mengurangi kemampuan otak untuk memproses dan mengatasi stres. Ketika seseorang kurang tidur, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap tekanan emosional” (World Health Organization, 2020).

Baca Juga: J-Hope BTS Catatkan Rekor Baru dengan Debut “MONA LISA” di Billboard Hot 100

4. Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan Mental

Kebiasaan begadang atau kurang tidur dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan mental yang lebih serius. WHO menekankan bahwa kurang tidur yang kronis dapat memperburuk kualitas hidup dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, seperti depresi berat dan gangguan kecemasan. Selain itu, tidur yang terganggu juga dapat berkontribusi pada masalah fisik lainnya, yang semakin memperburuk kondisi mental seseorang.

“Kurang tidur yang berlangsung lama dapat menyebabkan gangguan mental yang lebih serius, seperti depresi berat, dan memperburuk kecemasan” (World Health Organization, 2020).

5. Pentingnya Tidur Cukup untuk Kesehatan Mental yang Optimal

WHO mengingatkan bahwa menjaga pola tidur yang sehat adalah langkah penting untuk mendukung kesehatan mental. Tidur yang cukup, sekitar tujuh hingga sembilan jam per malam, sangat penting untuk tubuh dan otak, serta memainkan peran krusial dalam menjaga keseimbangan emosi dan mengurangi stres. Dengan tidur yang cukup, tubuh bisa melakukan perbaikan dan pemulihan, sedangkan otak bisa mengatur emosi dan melawan stres dengan lebih efektif.

“Tidur yang cukup adalah kunci untuk menjaga keseimbangan mental, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan” (World Health Organization, 2020).

Begadang atau kurang tidur bukan hanya mempengaruhi fisik, tetapi juga dapat mengancam kesehatan mental. Gangguan tidur dapat mempengaruhi cara tubuh dan otak mengelola stres, meningkatkan kecemasan, dan memperburuk kondisi mental lainnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kualitas tidur guna mendukung kesehatan mental yang baik. Tidur yang cukup membantu mengatur emosi, mengurangi stres, dan memperbaiki kemampuan kita dalam menghadapi tantangan hidup.

Baca Juga: Gerd Anxiety? Ini Cara Mengatasinya, Dari Relaksasi Hingga Pengelolaan Stres

Sumber : WHO

 

Berita Terkait
Berita Terkini