SUKABUMIUPDATE.com - Dehidrasi merupakan kondisi serius yang dapat dialami oleh bayi. Keadaan ini terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan yang masuk, sehingga fungsi organ tubuh terganggu. Dehidrasi pada bayi lebih berisiko dibandingkan pada orang dewasa karena tubuh bayi memiliki berat yang rendah dengan metabolisme yang tinggi. Kondisi ini semakin berbahaya karena bayi belum dapat mengungkapkan rasa haus atau tidak nyaman.
Sebagai orang tua, penting untuk memahami tanda-tanda dehidrasi dan cara menanganinya agar kesehatan buah hati tetap terjaga.
Dehidrasi pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:
1. Demam
Demam merupakan penyebab umum dehidrasi pada bayi. Ketika tubuh demam, suhu tubuh meningkat, dan cairan lebih banyak menguap melalui kulit. Selain itu, keringat yang dikeluarkan tubuh untuk menurunkan suhu juga menyebabkan kehilangan cairan. Semakin tinggi demam, semakin besar risiko bayi mengalami dehidrasi.
2. Diare dan Muntah
Infeksi saluran cerna, seperti gastroenteritis, sering menyebabkan diare dan muntah pada bayi. Dalam kondisi ini, usus tidak dapat menyerap cairan dengan baik, dan muntah membuat cairan tubuh hilang dalam jumlah besar. Diare dan muntah sering kali disertai demam, yang semakin memperparah dehidrasi.
Baca Juga: Mimisan pada Balita: Penyebab, Penanganan, dan Pencegahan
3. Kurangnya Asupan Cairan
Bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula rentan mengalami dehidrasi. Penolakan terhadap ASI sering terjadi saat bayi tumbuh gigi, pilek, atau mengalami gangguan mulut lainnya yang menyebabkan rasa tidak nyaman.
4. Berkeringat atau Terpapar Udara Panas
Cuaca panas dan penggunaan pakaian tebal dapat menyebabkan bayi kehilangan cairan melalui keringat. Situasi ini dikenal sebagai serangan panas (heat stroke). Jika cairan tubuh yang hilang tidak segera digantikan, bayi dapat mengalami dehidrasi.
Tanda-Tanda Dehidrasi pada Bayi
Dehidrasi pada bayi dapat dibagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan tingkat keparahannya: ringan, sedang, dan berat.
Tanda-Tanda Dehidrasi Ringan dan Sedang
- Mulut dan bibir terasa kering
- Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
- Rewel dan kurang aktif
- Tidak kuat menyusu
- Warna urine lebih gelap dan berbau menyengat
- Popok tetap kering selama lebih dari 6 jam
Tanda-Tanda Dehidrasi Berat
- Tangan dan kaki terasa dingin
- Tubuh tampak pucat
- Mata dan ubun-ubun terlihat cekung
- Sangat lemas dan sering mengantuk
- Napas menjadi sesak
Dehidrasi berat adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.
Baca Juga: Pola BAB Tidak Teratur pada Bayi: Ketahui 6 Penyebab dan Solusinya
Cara Mengatasi Dehidrasi pada Bayi
Untuk mencegah kondisi dehidrasi menjadi semakin parah, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Tingkatkan Asupan Cairan
Bayi yang mengalami dehidrasi ringan dapat diberi ASI atau susu formula dalam jumlah lebih banyak dan lebih sering. Jika bayi sudah berusia lebih dari tiga bulan, Anda bisa memberikan cairan elektrolit seperti oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
2. Berikan Cairan Secara Bertahap
Jika bayi muntah, berikan cairan dalam jumlah kecil tetapi sering. Misalnya, suapkan sesendok cairan setiap 10 menit selama beberapa jam. Setelah kondisi bayi membaik, tingkatkan jumlah cairan secara perlahan.
3. Atasi Penyebab Dehidrasi
- Demam: Jika bayi mengalami demam, berikan obat penurun demam seperti paracetamol (hanya untuk bayi berusia lebih dari enam bulan) sesuai anjuran dokter.
- Diare: Diare akibat virus biasanya dapat diatasi di rumah tanpa antibiotik. Fokus pada pemenuhan cairan tubuh.
- Serangan Panas: Pindahkan bayi ke tempat yang lebih sejuk, longgarkan pakaian, dan berikan cairan tambahan untuk menggantikan cairan yang hilang melalui keringat.
Sumber: parents.com