SUKABUMIUPDATE.com - Leukemia, atau yang dikenal sebagai kanker darah, merupakan jenis kanker yang mempengaruhi sel darah putih (leukosit). Penyakit ini terjadi akibat gangguan pada sumsum tulang, tempat di mana sel-sel darah diproduksi. Meski penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena leukemia. Simak ulasan lengkap berikut ini untuk memahami risiko dan pencegahan leukemia.
Apa Itu Leukemia?
Leukemia terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan. Sel-sel abnormal ini tidak berfungsi dengan baik, sehingga dapat mengganggu produksi sel darah sehat lainnya, seperti sel darah merah dan trombosit. Akibatnya, tubuh mengalami berbagai masalah, seperti anemia, perdarahan, hingga melemahnya daya tahan tubuh.
Mutasi DNA pada sel-sel darah diyakini menjadi penyebab utama leukemia. Namun, faktor risiko tertentu dapat memperbesar peluang seseorang mengembangkan penyakit ini.
Faktor Risiko Leukemia
Berikut adalah berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena leukemia:
1. Riwayat Pengobatan Kanker
Orang yang pernah menjalani terapi kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi, lebih rentan terkena leukemia jenis tertentu. Paparan radiasi dan bahan kimia yang digunakan selama pengobatan kanker dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel-sel tubuh, termasuk sel darah putih, yang akhirnya memicu leukemia.
Baca Juga: Bunda Jangan Abai, Ketahui Penyebab Muntaber pada Anak dan Cara Penanganan yang Tepat
2. Kelainan Genetik
Beberapa kondisi genetik, seperti sindrom Down, telah terbukti meningkatkan risiko leukemia. Kelainan genetik ini dapat menyebabkan gangguan pada pembentukan dan fungsi sel-sel darah, sehingga meningkatkan peluang terjadinya kanker darah.
3. Paparan Bahan Kimia Berbahaya
Paparan bahan kimia seperti benzena, yang sering ditemukan dalam bensin atau bahan industri tertentu, merupakan salah satu faktor risiko leukemia. Benzena dapat merusak DNA dan mengganggu produksi sel darah normal di sumsum tulang.
4. Kebiasaan Merokok
Rokok tidak hanya dikaitkan dengan kanker paru-paru, tetapi juga leukemia, khususnya leukemia myelogenous akut (AML). Zat-zat racun dalam rokok dapat merangsang pertumbuhan sel kanker di berbagai bagian tubuh, termasuk darah.
5. Riwayat Keluarga dengan Leukemia
Jika ada anggota keluarga, seperti orang tua atau saudara kandung, yang pernah menderita leukemia, risiko Anda mengembangkan penyakit ini akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh faktor genetik yang mungkin diwariskan dalam keluarga.
6. Jenis Kelamin dan Usia
Leukemia lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan, terutama untuk jenis leukemia kronis seperti CLL dan CML. Selain itu, risiko leukemia cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, meskipun leukemia limfoblastik akut (ALL) lebih sering terjadi pada anak-anak.
7. Sistem Imun yang Lemah
Orang dengan sistem imun rendah, seperti penderita HIV/AIDS atau mereka yang sedang menjalani terapi imunosupresif setelah transplantasi organ, memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk melawan pertumbuhan sel-sel abnormal.
8. Paparan Radiasi Tinggi
Individu yang pernah terpapar radiasi tinggi, seperti korban bencana nuklir atau pekerja di fasilitas nuklir, memiliki risiko leukemia yang lebih besar dibandingkan populasi umum.
Pencegahan Leukemia
Baca Juga: 1.000 Masjid di Jawa Barat Disiapkan sebagai Posko Mudik Lebaran 2025
Meskipun tidak semua faktor risiko dapat dihindari, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan kemungkinan terkena leukemia:
1. Hindari Paparan Bahan Kimia Berbahaya
Jauhi lingkungan atau pekerjaan yang melibatkan bahan kimia beracun seperti benzena. Gunakan perlindungan yang memadai jika Anda harus bekerja di lingkungan berisiko tinggi.
2. Berhenti Merokok
Menghentikan kebiasaan merokok tidak hanya mengurangi risiko leukemia, tetapi juga menurunkan risiko berbagai jenis kanker lainnya.
3. Menerapkan Pola Hidup Sehat
Konsumsi makanan bergizi, rajin olahraga, dan istirahat yang cukup dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga mampu melawan berbagai penyakit, termasuk kanker.
4. Melakukan Medical Check-Up Secara Berkala
Deteksi dini kanker sangat penting untuk pengobatan yang lebih efektif. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan leukemia.
Sumber: Medical News Today