10 Dampak Berbahaya Paparan Berlebih Sinar Matahari, Salah Satunya Memicu Masalah Penglihatan

Selasa 18 Februari 2025, 22:35 WIB
Ilustrasi dampak berbahaya akibat paparan sinar matahari berlebih (Sumber : Freepik/@freepik)

Ilustrasi dampak berbahaya akibat paparan sinar matahari berlebih (Sumber : Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Sinar matahari yang berlebihan memang bermanfaat untuk produksi vitamin D, namun paparan yang intens tanpa perlindungan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius pada kulit. Dari penuaan dini hingga risiko kanker kulit, efek negatif sinar matahari dapat merusak kesehatan kulit dan mempengaruhi penampilan dalam jangka panjang.

Kerusakan akibat sinar UV tidak hanya terbatas pada permukaan kulit, tetapi juga merusak jaringan lebih dalam. Kondisi seperti foto penuaan, bintik hitam, kerutan, dan iritasi kulit hanyalah sebagian kecil dari akibatnya. Bahkan, risiko lesi prakanker dan kanker kulit seperti melanoma juga meningkat seiring paparan sinar matahari yang tidak terkendali. Perlindungan sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko ini.

Dampak Berbahaya Paparan Lebih Dari Dinar Matahari


Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat paparan sinar matahari:

1. Penuaan Kulit

Paparan sinar UV dapat mempercepat proses penuaan kulit, yang disebut foto penuaan. Kulit yang sering terpapar sinar matahari, perlindungannya tanpa kehilangan elastisitasnya, tampak kusam, dan mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan.

Baca Juga: Kulit Mengelupas Karena Terbakar Matahari: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan

2. Kehilangan Jaringan

Kerusakan jaringan kulit juga menjadi salah satu akibat serius dari paparan sinar UV. Sinar UV merusak kolagen dan elastin pada lapisan dermis, yang berfungsi menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Akibatnya, kulit menjadi kendur dan rentan terhadap kerusakan permanen.

3. Kerutan

Kerutan menjadi salah satu tanda paling umum dari paparan sinar matahari berlebihan. Radiasi UV merusak serat elastin dan kolagen, yang merupakan struktur pendukung utama kulit. Akibatnya, kulit kehilangan kekencangannya dan mulai menunjukkan lipatan atau kerutan.

4. Ruam Kulit

Paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat menyebabkan ruam pada kulit. Ruam ini biasanya muncul dalam bentuk kemerahan, gatal, dan iritasi, terutama pada area yang sering terkena sinar matahari.

5. Iritasi Kulit

Kemerahan dan peradangan pada kulit, terutama di sekitar pembuluh darah wajah, hidung, dan telinga, adalah bentuk iritasi yang umum terjadi akibat paparan sinar UV. Kondisi ini dikenal sebagai rosacea yang dipicu atau diperburuk oleh sinar matahari.

Baca Juga: 5 Resep Olahan Telur untuk Sarapan Hangat di Musim Dingin

6. Bintik-Bintik

Bintik-bintik coklat atau gelap sering muncul di area yang terkena sinar matahari seperti wajah dan bahu. Ini terjadi karena produksi melanin meningkat untuk melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut akibat sinar UV.

7. Bercak Kulit

Paparan UV yang berulang juga dapat menyebabkan kulit gelap atau perubahan warna di wajah, tangan, lengan, dada, dan punggung atas. Kondisi ini dikenal sebagai hiperpigmentasi dan sering kali sulit dihilangkan tanpa perawatan dermatologi.

8. Lesi Kulit Prakanker

Lesi kulit prakanker sering muncul dalam bentuk bintik keras, kasar, dan bersisik di area kulit akibat rusaknya paparan sinar UV. Lesi ini bisa berkembang menjadi kanker kulit jika tidak ditangani.

9. Keganasan Epidermis

Kanker kulit seperti melanoma adalah komplikasi paling serius dari paparan sinar matahari berlebihan. Melanoma adalah jenis kanker kulit yang agresif dan dapat menyebar ke organ lain jika tidak segera diobati.

10. Masalah Penglihatan

Sinar matahari juga dapat merusak mata, menyebabkan kondisi seperti katarak, degenerasi makula, dan fotokeratitis. Memakai kacamata hitam dengan perlindungan UV adalah langkah penting untuk melindungi mata dari kerusakan akibat sinar matahari.

Baca Juga: 4 Tips Efektif Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Anak Salah Satunya Mengurangi Stres

Berapa Lama Pengelupasan Bertahan Setelah Terbakar Matahari?

Kulit biasanya akan mulai mengelupas dalam waktu tiga hari setelah terbakar jika sudah terluka. Ada kemungkinan pengelupasan akan berlangsung selama beberapa hari atau bahkan minggu setelah dimulai.

Sumber : parenting.firstcry

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat18 Februari 2025, 22:35 WIB

10 Dampak Berbahaya Paparan Berlebih Sinar Matahari, Salah Satunya Memicu Masalah Penglihatan

Paparan sinar matahari yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius pada kulit dan kesehatan secara keseluruhan.
Ilustrasi dampak berbahaya akibat paparan sinar matahari berlebih (Sumber : Freepik/@freepik)
Sukabumi18 Februari 2025, 22:26 WIB

Jalan Sudajaya Hilir Kota Sukabumi Sempat Terendam Banjir Setinggi 50 Cm, Ini Biang Keroknya

Banjir di Jalan Sudajaya Hilir Kota Sukabumi saat hujan deras dipicu saluran air tersumbat sampah. Ketinggian air saat itu mencapai 50 centimeter.
Banjir sempat merendam jalan Sudajaya Hilir Kota Sukabumi. Petugas BPBD kemudian mengungkap penyebabnya. (Sumber : Istimewa)
Kecantikan18 Februari 2025, 22:20 WIB

Kulit Mengelupas Karena Terbakar Matahari: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan

Kulit terbakar matahari mungkin tampak sepele, tetapi dampaknya bisa lebih serius daripada yang Anda pikirkan.
Ilustrasi kulit mengelupas akibat terbakar matahari (Sumber : Freepik/@freepik)
Sukabumi18 Februari 2025, 21:36 WIB

Ponpes di Warudoyong Sukabumi Kebakaran Akibat Korsleting, Asrama Santri Hangus

Tak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran Ponpes di Warudoyong Sukabumi ini. Mengingat saat kejadian kondisi ruangan dalam keadaan kosong.
Kondisi asrama santri di Ponpes Al-Qostholani, Warudoyong Kota Sukabumi saat terbakar. (Sumber Foto: Tangkapan layar video/Istimewa)
Food & Travel18 Februari 2025, 21:17 WIB

5 Resep Olahan Telur untuk Sarapan Hangat di Musim Dingin

telur adalah salah satu makanan utama yang membantu meningkatkan kadar ini dan membuat Anda merasa hangat!
Ilustrasi olahan telur untuk sarapan (Sumber : pexels.com/@Foodie Factor) (Sumber : pexels.com)
Sukabumi18 Februari 2025, 20:53 WIB

Diguyur Hujan, Perayaan Cap Go Meh 2025 di Kota Sukabumi Tetap Berlangsung Meriah

Hujan tak menyurutkan antusias masyarakat untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh 2025 di Kota Sukabumi.
Momen perayaan Cap Go Meh tahun 2025 di Jalan Pajagalan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Selasa (18/2/2025). (Sumber Foto: SU/Asep Awaludin)
Life18 Februari 2025, 20:25 WIB

4 Tips Efektif untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Anak Salah Satunya Kurangi Stres

Tidur yang berkualitas sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ilustrasi tips efektif meningkatkan kualitas tidur anak (Sumber: pexels.com/@RDNE Stock Project)
Sukabumi18 Februari 2025, 20:03 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di 2 Titik Kabupaten Sukabumi, Sejumlah Rumah Terancam

BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
TPT longsor di Kampung Legoknyenang RT 06 RW 10 Desa Cibolang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Selasa (18/2/2025) sore. (Sumber Foto: P2BK Gunungguruh)
Film18 Februari 2025, 20:00 WIB

Sinopsis Drama Korea My Dearest Nemesis, Cerita Romantis Komedi Atasan dan Bawahan

Drama korea My Dearest Nemesis ini akan memperlihatkan chemistry Choi Hyun Wook dan Moon Ga Young sebagai musuh sampai akhirnya secara perlahan-lahan muncul perasaan saling menyukai.
Sinopsis Drama Korea My Dearest Nemesis, Cerita Romantis Komedi Atasan dan Bawahan (Sumber : Instagram/@tvn_drama)
Sehat18 Februari 2025, 19:38 WIB

Panduan Tidur Sehat untuk Balita: Pentingnya Pola Tidur yang Teratur

Tidur malam yang berkualitas sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan balita.
Ilustrasi pentingnya pola tidur yang teratur untuk balita (Sumber: pexels.com/@Jonathan Borba)