3 Obat Alami Untuk Asam Urat yang Bisa Dilakukan dan Dibuat di Rumah

Kamis 16 Mei 2024, 11:15 WIB
Ceri adalah salah satu dari tiga obat alami yang dipercaya bisa mengobati penyakit asam urat. (Sumber : freepik.com/@azerbajian_stockers)

Ceri adalah salah satu dari tiga obat alami yang dipercaya bisa mengobati penyakit asam urat. (Sumber : freepik.com/@azerbajian_stockers)

SUKABUMIUPDATE.com - Penderita asam urat tidak hanya bisa diobati dengan obatan-obatan dari dokter saja, tetapi juga bisa dengan mencari pengobatan alami agar bisa membantu meringankan gejalanya lebih cepat.

Sejauh ini, dukungan ilmiah terhadap klaim tentang obat alami apa saja yang dapat mengobati asam urat masih terbatas. Tetapi dengan bahan alami, resiko terkena komplikasi seperti pada efek obat kimia sangat minim.

Asam urat adalah sejenis radang sendi yang ditandai dengan nyeri hebat secara tiba-tiba, kemerahan, panas, bengkak, dan nyeri pada persendian. Terkadang, nyerinya dari gejala penyakit satu ini sangat mengganggu aktivitas.

Baca Juga: Serangan Asam Urat Tak Lagi Menyiksa: 10 Cara Mengobati dan Mencegah Kambuh

Biasanya asam urat menyerang sendi besar jempol kaki, tapi bisa juga terjadi pada kaki, pergelangan kaki, lutut, tangan, pergelangan tangan, hingga ibu jari pada tangan. Sehingga kita perlu tahu obat alami apa yang bisa membantu pemulihannya.

Melansir dari artikel pada laman verywellhealth.com yang diunggah pada 9 Maret 2024, terdapat 3 obat alami yang bisa meredakan asam urat dan dapat dibuat atau dilakukan sendiri di rumah.

Berikut ini 3 obat alami yang bisa dibuat dan dilakukan di rumah untuk membantu asam urat mereda:

Baca Juga: 7 Tanda Kolesterol Tinggi Pada Wanita Usia 50-an, Bisa Dirasakan di Bagian Kaki

1. Vitamin C

Beberapa bukti menunjukkan vitamin C dapat membantu mengurangi kadar asam urat, tapi tampaknya belum ada bukti kuat yang meyakini bahwa kandungan satu ini dapat melindungi sendi dari asam urat.

American College of Rheumatology menyimpulkan bahwa “data mengenai vitamin C tidak cukup untuk mendukung rekomendasi penggunaan vitamin C pada pasien penderita asam urat.”

Jika penderita asam urat ingin menambahkan konsumsi vitamin C selain obat dari dokter, maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani penyakit asam urat.

Baca Juga: 8 Cara Membesarkan Anak Agar Memiliki Hati yang Baik, Yuk Bunda Terapkan

2. Ceri

Ceri merupakan salah satu buah populer yang bisa dijadikan pengobatan untuk asam urat. Adapun saran untuk mengkonsumsi buah satu ini adalah antara setengah cangkir dan satu pon ceri sehari.

Sebagai obat asam urat, buah ceri bisa dimakan langsung atau diblender lalu diencerkan dengan air untuk dijadikan jus. Bahkan ekstrak dari ceri bisa menjadi obat untuk penderita asam urat dan tersedia di beberapa toko makanan.

Meskipun ceri adalah obat asam urat yang cukup terkenal, tapi buktinya sangat terbatas. Sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa konsumsi buah berukuran kecil ini atau ekstrak ceri dikaitkan dengan penurunan risiko serangan asam urat.

Baca Juga: 5 Infused Water untuk Mengurangi Gejala Asam Urat, Salah Satunya Air Lemon

3. Diet

Sebagian besar asam urat dalam tubuh terbuat dari metabolisme purin alami, namun mengkonsumsi makanan kaya akan purin juga dapat menyebabkan asam urat.

Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Ketiga yang menggunakan data 14.809 orang di Amerika Serikat, menemukan adanya peningkatan kadar asam urat pada orang yang mengonsumsi daging dan makanan laut dalam jumlah besar.

Penelitian yang lebih baru mendukung hubungan antara konsumsi daging dan makanan laut dengan asam urat. Sebaliknya, penelitian menemukan bahwa konsumsi produk susu dikaitkan dengan kadar asam urat lebih rendah.

Maka dari itu, para penderita asam urat bisa mencoba untuk berdiet dengan mengurangi konsumsi makanan dari daging atau laut. Cobalah untuk meminum produk susu secara rutin agar radang sendi ini bisa pulih maupun dicegah.

Baca Juga: Tinggi Purin, 10 Ikan Laut Ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Itulah 3 obat alami yang bisa dibuat dan dilakukan di rumah agar asam urat bisa tertangani dengan baik, selain menggunakan obat-obatan dari dokter. Namun, ada baiknya jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat alami tersebut.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Entertainment30 Januari 2025, 16:00 WIB

Jisoo BLACKPINK Tanda Tangan Kontrak Dengan Warner Records Jelang Comeback

Menjelang comeback solo Jisoo BLACKPINK secara resmi menandatangani kontrak dengan Label Musik Amerika, yaitu Warner Record untuk membantunya dalam karir bermusik.
Jisoo BLACKPINK Tanda Tangan Kontrak Dengan Warner Records Jelang Comeback (Sumber : Instagram/@blisoo_official)
Life30 Januari 2025, 15:30 WIB

Mengenal Perbedaan Cranky vs Tantrum Pada Anak, Serupa Tapi Tak Sama Ya!

Cranky biasanya hanya berlangsung singkat, sementara Tantrum bisa berlangsung lebih lama.
Ilustrasi. Anak Mengamuk. Yuk, Mengenal Perbedaan Cranky vs Tantrum Pada Anak. (Sumber : Freepik/@MateusAndre)
DPRD Kab. Sukabumi30 Januari 2025, 15:15 WIB

Bertemu Buruh dan Honorer, Komisi IV DPRD Bahas Isu Ketenagakerjaan hingga PPPK di Sukabumi

Buruh meminta dilibatkan dalam setiap kasus atau masalah di perusahaan.
Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi bertemu perwakilan buruh buruh pada Kamis (30/1/2025). | Foto: Istimewa
Life30 Januari 2025, 15:10 WIB

Sudah Lelah dengan Kerjaan? Pertimbangkan Hal-Hal Ini Sebelum Memutuskan untuk Resign

Setiap orang pasti pernah merasa jenuh atau lelah dengan pekerjaan yang mereka jalani, apalagi jika pekerjaan tersebut terasa tidak lagi sesuai dengan harapan atau impian.
Ilustrasi Resign, Pertimbangkan Hal-Hal Ini Sebelum Memutuskan untuk Resign (Sumber : Freepik)
Sukabumi30 Januari 2025, 15:03 WIB

Tolak Skema PPPK Paruh Waktu, Ribuan Guru Honorer R3 Sukabumi Demo di DPRD

Ribuan guru honorer R3 Sukabumi menuntut kejelasan status kerja agar diangkat menjadi pegawai penuh waktu, bukan paruh waktu.
Ribuan guru honorer R3 Kabupaten Sukabumi mendatangi gedung DPRD Kabupaten Sukabumi untuk menolah skema PPPK paruh waktu. (Sumber Foto: SU/Ilyas)
Inspirasi30 Januari 2025, 15:00 WIB

Lowongan Kerja Operator Equipment Minimal SMA/SMK, Penempatan di Pabrik Sukabumi

Apabila kamu tertarik dengan lowongan kerja ini, segera daftarkan diri sekarang juga!
Lowongan Kerja Operator Equipment Minimal SMA/SMK, Penempatan di Pabrik Sukabumi. (Sumber : Freepik.com)
Life30 Januari 2025, 14:41 WIB

Red Flag di Tempat Kerja: 6 Tanda yang Menunjukkan Lingkungan Kerja Toxic

Lingkungan kerja yang sehat sangat penting bagi kesejahteraan karyawan dan kesuksesan perusahaan. Namun, tidak semua tempat kerja menciptakan atmosfer yang mendukung.
Ilustrasi Lingkungan Kerja Toxic, Red Flag di Tempat Kerja, 6 Tanda yang Menunjukkan Lingkungan Kerja Toxic (Sumber : Freepik)
Life30 Januari 2025, 14:31 WIB

Kapan Nisfu Sya'ban 2025? Cek Tanggal, Keutamaan, dan Amalannya

Malam Nisfu Sya'ban adalah salah satu malam istimewa dalam kalender Islam yang sangat dinantikan oleh umat Muslim setiap tahunnya.
Ilustrasi Malam Nisfu Sya'ban, Kapan Nisfu Sya'ban 2025? Cek Tanggal, Keutamaan, dan Amalannya (Sumber : Freepik/@sketchepedia)
Entertainment30 Januari 2025, 14:30 WIB

Ika Natassa Komentari Pernyataan Abidzar Al-Ghifari Soal Fans Fanatik K-Drama

Abidzar Al-Ghifari kembali menuai kritikan dari netizen setelah menyampaikan pernyataan kontroversial tentang penggemar fanatik drama korea ketika menjadi bintang tamu dalam podcast bersama Ariel Tatum.
Ika Natassa Komentari Pernyataan Abidzar Al-Ghifari Soal Fans Fanatik K-Drama (Sumber : Instagram/@abidzar73 dan @ikanatassa)
Sukabumi30 Januari 2025, 14:28 WIB

Angin Kencang Robohkan Pohon Sengon, Timpa Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi

Kebutuhan mendesak adalah sembako dan bahan bangunan untuk rumah terdampak.
Pohon sengon yang menimpa rumah warga di Kampung Sukarame RT 05/05 Desa/Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/1/2025). | Foto: Tagana Kecamatan Parakansalak