Okultasi Venus, Warga Abadikan Fenomena Langka Hiasi Langit Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Senin 14 Sep 2026, 22:40 WIB
Okultasi Venus, Warga Abadikan Fenomena Langka Hiasi Langit Sukabumi

Fenomena Bulan dan Venus pada Senin 14 September 2026, hiasi langit Sukabumi. (Sumber : Sukabumiupdate.com).

SUKABUMIUPDATE.com – Langit malam di kawasan pesisir Palabuhanratu hingga Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendadak menarik perhatian warga, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB malam.

Bulan sabit tipis berwarna jingga keemasan tampak berdekatan dengan sebuah titik cahaya putih yang bersinar terang. Pemandangan tak biasa itu membuat sejumlah warga spontan mengarahkan pandangan hingga kamera ponsel ke langit.

Dari kawasan perbukitan Palabuhanratu, fenomena tersebut terlihat mencolok di atas hamparan lampu permukiman. Lengkungan Bulan sabit dan titik cahaya terang tampak berdampingan di langit barat.

Sejumlah warga bahkan keluar rumah untuk mengabadikan momen tersebut. Fenomena itu juga ramai diperbincangkan di grup percakapan warga.

Baca Juga: Dua Sebutan untuk Ibu Kota Kabupaten Sukabumi

Salah seorang warga pesisir Palabuhanratu, Agus, mengaku awalnya tidak menyadari adanya pemandangan tak biasa tersebut.

"Tadi saya enggak engeuh, lihat di atas bentuknya agak besar," tutur Agus, kepada sukabumiupdate.com.

Ia mengaku heran saat memperhatikan titik cahaya yang tampak sangat dekat dengan lengkungan Bulan sabit.

"Aneh juga fenomenanya, baru kali ini merhatiin bentuknya begitu jelas," lanjut Agus seraya terus mengamati langit.

Baca Juga: 130 Pasien Masuk IGD RSUD Sekarwangi dalam 12 Jam, Didominasi Anak: Campak dan Demam

Pemandangan serupa juga disaksikan warga di wilayah pedalaman Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Rian (29), warga Kampung Ciengang, Desa Cihaur, mengatakan dirinya melihat fenomena tersebut saat sedang berada di jalan untuk mengantar rekannya berobat.

"Kalau dilihat dari Ciengang posisinya di belakang, arah barat," kata Rian saat dihubungi.

Awalnya, Rian mengira pemandangan tersebut hanya Bulan sabit seperti biasa. Namun, setelah melihat percakapan di grup warga, ia baru mengetahui fenomena tersebut tengah menjadi perhatian.

"Awalnya pas jalan keluar lihat bulan sabit biasa saja. Pas lihat di grup ramai, baru tahu itu fenomena alam. Ini asli dilihat langsung, bukan editan atau buatan AI," ungkapnya.

Baca Juga: Kekeringan Belum Berakhir, 4 Desa di Cicurug Sukabumi Dapat Bantuan 29 Ribu Liter Air Bersih

Secara astronomis, fenomena Bulan yang tampak berdekatan dengan objek terang di langit dikenal sebagai konjungsi, yakni kondisi ketika dua benda langit tampak berdekatan dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Pada 14 September 2026, fenomena ini dikaitkan dengan okultasi Venus oleh Bulan, yakni ketika Venus secara tampak berada di balik piringan Bulan dari lokasi tertentu di Bumi.

Seiring waktu, Bulan sabit dan titik cahaya tersebut terlihat semakin rendah menuju cakrawala barat. Peristiwa astronomi ini terjadi saat Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Venus, sehingga dari sudut pandangan di Bumi, Venus seolah menghilang ditelan sementara karena tertutup oleh Bulan.

Pemandangan singkat itu pun menjadi tontonan menarik bagi warga Sukabumi yang kebetulan melihatnya, sekaligus memicu rasa penasaran tentang fenomena langit yang jarang mereka saksikan secara langsung.

 

Berita Terkait
Berita Terkini