SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan kondisi cuaca untuk periode 4 hingga 10 April 2025.
Dalam satu minggu ke depan, diperkirakan terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan suplai massa uap air yang mendukung pembentukan awan konvektif dan terjadinya hujan di sebagian wilayah Jawa Barat.
Diantaranya yakni suhu muka laut di sekitar wilayah perairan Indonesia relatif hangat;sistem tekanan rendah (Siklon Tropis/Bibit siklon/sirkulasi siklonik) diprakirakan masih terbentuk di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa Barat dan barat daya Sumatera, berpotensi mengakibatkan pembentukan pola konvergensi dan belokan angin di > sebagian wilayah Jawa Barat.
Gelombang Atmosfer tipe Rosbby Ekuatorial dan Kelvin di perkirakan aktif di sebagian Jawa Barat pada akhir pekan yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan, labilitas atmosfer secara umum berada pada kategori labil ringan hingga kuat.
Berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional dan lokal, serta model cuaca deterministik dan probabilistik, diprakirakan hujandengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat.
Potensi hujan sedang hingga lebat/sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat terdapat di sebagian wilayah berikut:
Kamis, 3 April 2025: Kab dan Kota Bogor, Kab dan Kota Sukabumi, Kab Cianjur, Kab Bandung, Kab Garut, Kab km dan Kota Tasikmalaya, Kan Majalengka, Kab Kuningan, Kab Sumedang, Kab Subang, Kab Ciamis, Kota Banjar, dan Kab Pangandaran.
Jumat, 4 April 2025: Kab dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab dan Kota Sukabumi, Kab Cianjur, Kab dan Kota Bekasi, Kab Karawang, Kab Purwakarta, Kab Subang, Kab Indramayu, Kab dan Kota Cirebon, Kab Majalengka, Kab Kuningan, Kab Sumedang, Kab dan Kota Bandung, Kab Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab Garut, Kab dan Kota Tasikmalaya, Kab Ciamis, Kota Banjar, Kab Pangandaran.
Sabtu, 5 April 2025: Kab dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab dan Kota Sukabumi, Kab Cianjur, Kab dan Kota Bekasi, Kab Karawang, Kab Purwakarta, Kab Subang, Kab Indramayu, Kab dan Kota Cirebon, Kab Majalengka, Kab Kuningan, Kab Sumedang, Kab dan Kota Bandung, Kab Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab Garut, Kab dan Kota Tasikmalaya, Kab Ciamis, Kota Banjar, Kab Pangandaran.
Minggu, 6 April 2025: Kab dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab dan Kota Sukabumi, Kab Cianjur, Kab dan Kota Bekasi, Kab Karawang, Kab Purwakarta, Kab Subang, Kab Indramayu, Kab dan Kota Cirebon, Kab Majalengka, Kab Kuningan, Kab Sumedang, Kab dan Kota Bandung, Kab Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab Garut, Kab dan Kota Tasikmalaya, Kab Ciamis, Kota Banjar, Kab Pangandaran.
Senin, 7 April 2025: Kab dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab Bekasi, Kab Karawang, Kab Purwakarta, Kab Subang, Kab Sukabumi, Kab dan Kota Bandung, Kab Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab Indramayu, Kab dan Kota Cirebon, Kab Sumedang, Kab Majalengka.
Selasa, 8 April 2025: NIHIL.
Rabu, 9 April 2025: NIHIL.
Kamis, 10 April 2025: NIHIL.
Data diatas merupakan potensi hujan sedang hingga lebat/sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jawa Barat.
BMKG mengimbau masyarakat serta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologis akibat cuaca ekstrem. Hal ini meliputi hujan deras hingga sangat deras dalam skala lokal, serta angin kencang yang berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan kerusakan lainnya.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Penting untuk mengenali risiko bencana di sekitar tempat tinggal dan mulai menerapkan langkah-langkah pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menata kawasan sekitar melalui kerja sama warga.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk terus mengikuti perkembangan informasi serta memahami protokol evakuasi dari pemerintah daerah setempat sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana.