SUKABUMIUPDATE.com - Pada 1 April 2025, aktivitas Gunung Gede mengalami peningkatan yang signifikan melebihi bulan-bulan sebelumnya.
Gunungapi Gede (G. Gede) merupakan gunungapi tipe strato yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Dengan ketinggian puncak mencapai 2.958 mdpl, gunung ini terus dipantau secara visual dan instrumental oleh Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Gede yang terletak di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Berdasarkan data dari laman Magma.esdm.go.id, Gunung Gede menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan dalam beberapa hari terakhir. Berikut adalah data pengamatan kegempaan yang dihimpun:
Selasa, 1 April 2025 (Periode 00:00-24:00 WIB)
- 47 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2-47 mm, S-P 0.4-1.3 detik, dan durasi 5-17 detik.
- 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 39 mm, S-P 4 detik, dan durasi 33 detik.
- 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 44 mm, S-P tidak teramati, dan durasi 400 detik.
Rabu, 2 April 2025 (Periode 00:00-24:00 WIB)
- 1 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 2 mm dan durasi 19 detik.
- 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 49 mm, S-P 15 detik, dan durasi 150 detik.
Dengan meningkatnya aktivitas kegempaan ini, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dihimbau untuk tidak menuruni, mendekati, atau bermalam di sekitar Kawah Gede dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon guna menghindari risiko yang mungkin terjadi.
Gunung Gede Pangrango. | Foto: SU/Oksa Bachtiar Camsyah.
Sebelumnya dalam siaran pers pada tanggal 1 April 2024 pada pukul 00.00–06.00 WIB, Gunung Gede mengalami peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian.
Seperti diketahui rata-rata kejadian Gempa Vulkanik Dalam G. Gede pada periode 1–31 Maret 2025 hanya 0–1 kali per hari.
Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan pada tubuh G. Gede dengan potensi bahaya berupa letusan freatik maupun hembusan gas gunung api di sekitar kawah yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.
"Pada tanggal 1 April 2024, dalam rentang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian. Sebagai perbandingan, rata-rata kejadian Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Gede selama periode 1-31 Maret 2024 hanya berkisar 0-1 kali per hari," kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, Selasa (1/4/2025), dalam keterangan.
Berdasarkan pemantauan visual dan instrumental, hingga 1 April 2025 pukul 10.00 WIB, aktivitas vulkanik Gunung Gede masih berada pada Level I (Normal).
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, khususnya terhadap kemungkinan letusan freatik serta hembusan gas beracun di sekitar kawah.
Erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada tahun 1957 dari Kawah Ratu, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas puncak.
Saat ini, aktivitas hembusan berasal dari Kawah Wadon, dengan ketinggian asap kawah selama periode 1–31 Maret 2024 umumnya berkisar antara 50–100 meter di atas puncak.