Gunung Gede Pernah Meletus 1957, Kini Tercatat 21 Gempa Vulkanik dalam Enam Jam

Sukabumiupdate.com
Kamis 03 Apr 2025, 11:04 WIB
Gunung Gede Pangrango. | Foto: Instagram/@bbtn_gn_gedepangrango

Gunung Gede Pangrango. | Foto: Instagram/@bbtn_gn_gedepangrango

SUKABUMIUPDATE.com - Gunung Gede mencatatkan aktivitas yang meningkat. Dalam enam jam pada 1 April 2025, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan 21 kali gempa vulkanik dalam (VA), jauh di atas rata-rata harian bulan sebelumnya.

Gunung yang memiliki ketinggian 2.958 meter di atas permukaan laut ini secara administratif berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Pemantauan dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Gede di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Gunung Gede terakhir meletus pada 1957 melalui Kawah Ratu dengan kolom letusan 3.000 meter di atas puncak. Saat ini aktivitas embusan terpantau dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap 50-100 meter selama Maret 2025. Pendakian pun ditutup mulai 3 hingga 7 April 2025.

Baca Juga: Pendakian Ditutup Mulai 3 April! 21 Kali Gempa Vulkanik Terjadi di Gunung Gede

Kabar penutupan disampaikan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) pada 2 April 2025. "Kepada para calon pendaki yang sudah melakukan pendaftaran pada tanggal 3 April 2025 dan seterusnya agar dapat melakukan 𝘳𝘦𝘴𝘀𝘩𝘦π˜₯𝘢𝘭𝘦 atau perubahan jadwal."

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi letusan freatik dan embusan gas beracun.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengatakan aktivitas kegempaan ini cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. “Pada 1 April 2025, antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi 21 kali gempa vulkanik dalam. Sebagai perbandingan, rata-rata harian selama Maret 2024 hanya 0-1 kejadian,” ujarnya.

Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan yang meningkat di dalam tubuh Gunung Gede. Jika tekanan terus bertambah, potensi letusan freatik dan pelepasan gas beracun bisa terjadi. Meski demikian, PVMBG belum menaikkan status Gunung Gede dari Level I (Normal).

Berdasarkan pemantauan visual dan instrumental hingga 1 April 2025 pukul 10.00 WIB, aktivitas vulkanik masih dalam kategori normal. “Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak mendekati atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon,” kata Wafid.

Sumber: Tempo.co

Berita Terkait
Berita Terkini