Pangkalan LPG di Sukabumi Resah Penjualan Menurun, Ini Kata Hiswana Migas

Senin 27 Februari 2023, 20:54 WIB
Ilustrasi. Penjualan gas elpiji 3 Kg di Sukabumi. | Foto: Dok. SU

Ilustrasi. Penjualan gas elpiji 3 Kg di Sukabumi. | Foto: Dok. SU

SUKABUMIUPDATE.com - Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas atau Hiswana Migas merespon keluhan sejumlah sub penyalur elpiji 3 kilogram bersubsidi di Kota Sukabumi yang mengalami penurunan penjualan.

Ketua Hiswana Migas Sukabumi Eten Rustandi mengatakan adanya penurunan penjualan di pangkalan ini tak dipungkiri oleh pihaknya karena disebabkan penyaluran Gas elpiji 3kg yang sudah over kuota.

Menurut Eten, over kuota ini disebabkan dua hal, pertama karena regulasi Pertamina yang kedepannya berusaha mengurangi pengecer tingkat outlet dan warung, dengan harapan masyarakat mendapat harga sesuai HET yang berlaku di pangkalan.

“Artinya warung dan outlet itu dijadikan pangkalan baru dari agen lama juga dari agen agen baru oleh PT Pertamina patra niaga yang secara otomatis pangkalan lama akan berkurang pelanggannya,” ujar Eten kepada sukabumiupdate.com, Senin (27/2/2023).

Baca Juga: Penjualan Menurun, Pangkalan Elpiji di Kota Sukabumi Resah

Eten meminta masyarakat untuk memahami bahwa HET adalah harga eceran tertinggi yang harus dijaga harganya.

Kemudian untuk penyebab kedua adanya over kuota ini yaitu dilakukannya Transformasi Subsidi LPG 3kg tepat sasaran yang dasarnya mengacu dari tindak lanjut arahan Menteri ESDM berdasarkan Surat No. T-170/MG.05/MEM.M/2022.

“Yang memastikan LPG 3kg digunakan oleh konsumen sesuai peruntukannya dan Pencatatan Transaksi pembelian LPG 3kg oleh konsumen dilakukan secara digital,” ujarnya.

Sehingga nantinya, lanjut Eten, konsumen pengguna LPG 3kg diklasifikasi berdasarkan Perpres 104/2007 dan 38/2019 yaitu rumah tangga, Usaha Mikro, Nelayan dan Petani.

“Seperti yang kita ketahui bahwa arah kedepan segala produk subsidi harus masuk ke digitalisasi dimulai dari produk full seperti biosolar dan pertalite diteruskan ke LPG 3kg,” ujarnya.

Baca Juga: Motor 2 Hari di Pinggir Jalan, Warga Gekbrong: Ngakunya dari Cibadak Sukabumi

Eten memastikan adanya over kuota ini berdampak ke para agen dan juga pangkalan-pangkalan yang menjadi berkurang penyalurannya.

“Harapan dari Hiswana sendiri ke Pertamina untuk menyetop sementara agen-agen baru dan kita semua fokus rencana registrasi digitalisasi konsumen yang mungkin PT Pertamina patra niaga berlakukan di kisaran bulan Maret sampai September 2023,” tuturnya.

Eten juga mengimbau kepada anggotanya yakni para agen-agen elpiji 3kg juga para pangkalan untuk senantiasa menjaga kondusifitas usaha dengan menjaga kestabilan harga serta ketersediaan barang di lapangan sesuai kesepakatan Hiswana, Pemda dan Pertamina.

“Juga agen diminta untuk menjalankan kegiatannya dalam distribusi LPG sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” tandasnya.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkait
Berita Terkini
Sehat22 Februari 2025, 20:30 WIB

Panduan Aman Puasa Intermiten untuk Ibu Menyusui: 8 Tips dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Puasa intermiten dapat memberikan manfaat bagi ibu menyusui jika dilakukan dengan benar dan hati-hati. Namun, keamanan dan efektivitasnya bergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing ibu dan respons bayi.
Ilustrasi panduan aman puasa intermiten untuk ibu menyusui (Sumber: Freepik/@freepik)
Life22 Februari 2025, 20:00 WIB

Amankah Mencoba Puasa Intermiten Saat Menyusui? Simak Ulasan Berikut

Sebelum mencoba puasa intermiten ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar proses menyusui tetap optimal dan kesehatan bayi tetap terjaga.
Amankah mencoba puasa intermiten saat menyusui? (Sumber: Freepik/@freepic.diller)
Musik22 Februari 2025, 20:00 WIB

Sapa Penggemar Pertama Kali, Harga Tiket NCT Wish Asia Tour Log di Jakarta

boygroup NCT Wish akan menyapa penggemar Indonesia untuk pertama kali sejak debut melalui Asia Tour yang bakal digelar pada 31 Mei 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Sapa Penggemar Pertama Kali, Harga Tiket NCT Wish Asia Tour Log di Jakarta (Sumber : Instagram/@nctwish_official)
Sehat22 Februari 2025, 19:30 WIB

Mengenal Maskne: Ketahui Penyebab dan 7 Masalah Kulit Akibat Penggunaan Masker

Maskne adalah masalah kulit yang umum terjadi akibat penggunaan masker secara terus-menerus.
Ilustrasi berbagai permasalahan kulit akibat penggunaan masker wajah (Sumber: Freepik/@freepik)
Sehat22 Februari 2025, 19:10 WIB

Mengenal Maskne: Siapa yang Lebih Berisiko dan 5 Cara Efektif Mengatasinya

Maskne adalah tantangan kulit yang bisa dialami siapa saja, tetapi dengan perawatan yang tepat, masalah ini dapat dikelola.
Ilustrasi cara efektif mengatasi maskne (Sumber: Freepik/@rawpixel.com)
Film22 Februari 2025, 19:00 WIB

Dipenuhi Genre Aksi, 8 Drama Korea Baru yang Tayang di Disney+ pada 2025

Platform Disney+ Hotstar telah resmi mengumumkan daftar drama korea terbaru yang bakal tayang selama tahun 2025. Bahkan, beberapa di antaranya akan segera tayang.
Dipenuhi Genre Aksi, 8 Drama Korea Baru yang Tayang di Disney+ pada 2025 (Sumber : Instagram/@disneypluskr)
Sukabumi22 Februari 2025, 18:52 WIB

Momen Langka Keakraban Dua Kepala Daerah Sukabumi Disorot Aktivis, Beri Catatan Soal Kolaborasi

Ayep Zaki mengaku ia bersama Asep Japar hanya melangsungkan obrolan ringan.
Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. | Foto: Istimewa
Sehat22 Februari 2025, 18:50 WIB

6 Tips Mudah Perawatan Kulit untuk Menghindari Maskne

Maskne mungkin menjadi tantangan baru dalam perawatan kulit, tetapi dengan kebiasaan yang benar, Anda bisa mencegahnya. Pilih masker yang nyaman, jaga kebersihan masker, dan berikan waktu bagi kulit untuk beristirahat.
Ilustrasi tips mudah merawat kulit untuk menghindari maskne (Sumber: Freepik/@diana.grytsky)
Sukabumi22 Februari 2025, 18:44 WIB

Motif Warisan Muncul di Balik Pembunuhan Tragis Kakak oleh Adik di Sukabumi

F menghabisi nyawa kakaknya menggunakan pedang jenis samurai katana.
Keranda jenazah Hendra (55 tahun) di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. | Foto: SU/Asep Awaludin
Nasional22 Februari 2025, 18:29 WIB

Diperiksa Propam, 4 Polisi Diduga Menekan Band Sukatani untuk Tarik Lagu Kritik

Polda Jawa Tengah memeriksa empat polisi yang diduga menekan Band Sukatani hingga menarik lagu kritik mereka, Bayar, Bayar, Bayar. Polri membantah intervensi, sementara publik menyoroti kebebasan berekspresi.
Band Sukatani saat tampil di atas panggung, dikenal dengan gaya bermusik punk dan kritik sosial dalam lirik lagunya. (Sumber : Instagram/@sukatani.band)