Light Dark

Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju

Tekno | 20 Apr 2017, 07:30 WIB

Hujan Es di Bandung, Ini Perbedaannya dengan Salju

Tekno | 20 Apr 2017, 07:30 WIB
Hujan es di Cibiru, Bandung 10 Maret 2015. | @mehonk_kasep

SUKABUMIUPDATE.com - Butiran hujan es menggunduk pasca hujan badai ekstrem di Kota Bandung, Rabu siang, 19 April 2017. Dari rekaman video dan gambar foto yang beredar di media sosial, butiran es ada yang memenuhi sepotong ruas jalan hingga tampak memutih. Sekilas hamparan batu es itu terkesan seperti salju.

Peneliti klimatologi pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa nasional (Lapan), Bandung, Erma Yulihastin mengatakan, hujan es berbeda dengan hujan salju. Hujan es atau disebut hail, dapat dan mungkin terjadi di wilayah tropis, seperti di Bandung.

"Karena di dalam awan dingin ada area yang mendekati puncak awan dengan suhu antara 0 sampai -40 derajat Celcius sehingga mengandung banyak partikel yang disebut inti es," katanya, Rabu, 19 April 2017.

Inti es tersebut melalui proses yang disebut pendinginan heterogen dapat berinteraksi dengan butiran air dari awan sehingga berubah menjadi hujan es.

Adapun salju, kata Erma, merupakan kristal es yang dapat terbentuk secara langsung dari fase uap yang sangat dingin. "Juga membutuhkan syarat, udara di dekat permukaan harus memiliki temperatur -3 sampai -8 derajat Celcius," kata dia.

Hujan deras disertai petir, es, dan angin kencang, menandai fenomena hujan badai ekstrem di Kota Bandung, Rabu siang, 19 April 2017. Erma mengatakan, peristiwa itu dalam ilmu meteorologi disebut juga sebagai badai dalam sel yang tertutup.

Fenomena hujan es sebelumnya juga melanda Jakarta. Pada Selasa 28 Maret 2017 lalu, beberapa wilayah Jakarta dilanda hujan es. Butiran-butiran es seperti dicurahkan dari langit saat itu.

Sumber: Tempo

Sumber : @mehonk_kasep

Image

Admin SUpdate

Redaktur