Light Dark

SJ182 Jatuh di Kepulauan Seribu, FlightRadar24: Pesawat Klasik Milik Sriwijaya Air

Science | 09 Jan 2021, 20:29 WIB

SJ182 Jatuh di Kepulauan Seribu, FlightRadar24: Pesawat Klasik Milik Sriwijaya Air

Science | 09 Jan 2021, 20:29 WIB
Boeing 737-500 yang dimiliki maskapai Sriwijaya Air | dok FlightRadar24

SUKABUMIUPDATE.com - Aplikasi pemantau penerbangan FlightRadar24 menyebut Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak di kepulauan seribu termasuk jenis klasik. Pesawat jenis Boeing 737-500 itu telah berusia 26 tahun.

Berdasarkan data dari FlightRadar24, penerbangan SJ182 menggunakan pesawat Boeing 737-500. Nomor registrasi keanggotaannya yakni PK-CLC (MSN 27323).

FlightRadar24 menuliskan penerbangan pertama pesawat tersebut yakni pada Mei 1994. "Penerbangan #SJ182 dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 737-500 "klasik" dengan nomor regisrasi keanggotaan PK-CLC (MSN 27323). Penerbangan pertama pesawat ini pada Mei 1994 (26 tahun)," cuit FlightRadar24 seperti dikutip Suara.com, Sabtu (9/1/2021).

Menyalin suara.com dari berbagai sumber, pesawat Boeing 737-500 diluncurkan pada tahun 1987 oleh Southwest Airlines dengan jumlah 20 pesawat. Pesawat itu kali pertama terbang pada 30 Juni 1989 dan mulai melayani penumpang pada 1990.

Pesawat tersebut masuk dalam keluarga Boeing 737 Classic. Pesawat diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes dan merupakan generasi kedua dari Boeing 737-100/-200.

Pengembangannya dimulai pada 1979. Varian pertamanya, 737-300 pertama kali diterbangkan pada tahun 1984. Adapun 737-500 merupakan varian terkecilnya.

Pesawat Boeing 737-500 ditawarkan, karena permintaan konsumen sebagai pengganti modern dan langsung dari 737-200. Pesawat itu menggabungkan perbaikan dari seri 737 klasik dalam model yang memungkinkan rute lama dengan penumpang sedikit menjadi lebih ekonomis dibandingkan dengan 737-300.

Adapun panjang pesawat dari -500 adalah 1 kaki 7 (47 cm) lebih panjang dari 737-200, menampung hingga 132 penumpang. Mesinnya pun dirancang 25 persen lebih efisien bahan bakar dibanding 737-200.

Selain Southwest Airlines di Amerika Serikat, pesawat ini menjadi favorit kalangan maskapai Rusia. Sebut saja, Nordavia, Rossiya Airlines, S7 Airlines, Sky Express, Transaero, UTair, dan Yamal Airlines yang membelinya dalam keadaan bekas untuk menggantikan pesawat buatan Rusia yang telah usang.

Maskapai Indonesia yang masih menggunakan pesawat kalsik ini adalah Sriwijaya Air. Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air  dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di atas kepulauan seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021).

Pesawat Sriwijaya Air itu terakhir kali terdeteksi radar berada di atas perairan Pulau Seribu. Pesawat itu bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pesawat berjenis Boeing 737-500 itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB. Pesawat diperkirakan tiba di Pontianak pada pukul 15.15 WIB.

Flightradar24, mencatat pesawat itu hilang dari pantauan radar setelah 4 menit mengudara. Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu terakhir kali terdeteksi radar tengah terbang di ketinggian lebih dari 10.000 kaki.

Tak butuh waktu lama, Bupati kepulauan seribu DKI Jakarta, mengumumkan penemuan puing-puing diduga bagian pesawat yang hilang kontak tersebut di sekitar pulau laki. Saat ini seluruh potensi dan sumber daya pencarian tengah dikerahkan ke lokasi hilangnya SJ182, yang berdasarkan manifest tengah membawa 56 penumbang terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi. 

Pesawat ini dipiloti oleh Captain Afwan, Kopilot Diego M, kru kabin pesawat Dhika, Okky, Bisma, Mia T, dan Gita L. 

SUMBER: SUARA.COM

 

Image

Fit NW

Redaktur