Light Dark

Respon BPBD Soal Pakaian Bekas Menumpuk di Lokasi Banjir Bandang Sukabumi

Sukabumi | 24 Sep 2020, 23:40 WIB
Posko bencana banjir bandang Sukabumi yang berlokasi di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. | Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video beredar di jejaring media sosial Facebook. Video itu menunjukan adanya penumpukan pakaian bekas di sebuah mushola yang berada di lokasi banjir bandang Sukabumi, tepatnya di Kampung Nyangkowek, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Menanggapi hal itu, Plt Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani mengimbau masyarakat agar menghargai bantuan yang sudah diberikan kepada korban bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cicurug, Parungkuda, dan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Pernyataan Anita tersebut adalah respon terhadap beredarnya video tumpukan pakaian bekas di sebuah mushola yang tidak terpakai seluruhnya oleh para korban. Hal itu setelah dilakukannya penyortiran oleh para tenaga relawan.

Kendati demikian, Anita menilai, seperti apapun bentuk bantuan yang diberikan, itu merupakan wujud empati bagi masyarakat yang terdampak bencana.

BACA JUGA: Donasi Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Bandang Sukabumi Jadi Sampah? Ini Kata Relawan

"Di sini saya menghimbau kepada masyarakat yang sudah mendapatkan bantuan, tolong ini adalah rasa empati dari masyarakat untuk mereka yang mendapat musibah. Apapun bentuk yang diberikan tolong dihargai, jangan sampai yang sudah diberikan tidak dihargai oleh mereka dan dijadikan sampah pakaian," kata Anita sukabumiupdate.com, Kamis (24/9/2029). 

"Itu kalau saya lihat, bukan di lokasi sini. Sebelumnya saya pernah lihat juga videonya seperti itu. Mungkin orang yang di FB itu hanya mengimbau saja. Saya kira di sini tidak ada," tuturnya.

Sementara itu, saat ini petugas gabungan tengah fokus membersihkan lokasi bencana dari material banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/9/2020) lalu.

"Ini bantuan berupa sembako dan pakaian layak sangat berlimpah sekali, kami sendang mencoba membersihkan lingkungan jadi kami butuh alat kebersihan dan yang masih krisis itu pakaian dalam dewasa anak dan bayi," pungkasnya.

 

Image

Koko Muhamad

Redaktur

Image

Koko Muhamad

Redaktur

Image

SYAHRUL HIMAWAN

Reporter