Light Dark

Jangan Percaya! Ini Deretan Data Terbaru Hoaks Soal Corona Virus 

Nasional | 25 Jan 2021, 04:40 WIB
Salah satu hoaks soal corona virus. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi, bisnis, keuangan dan sosial. Di tengah pandemi, banyak pihak yang mencoba untuk memulihkan keadaan, namun ada saja pihak yang tidak bertanggungjawab malah menyebar kabar bohong atau Hoaks soal Corona virus. Entah apa tujuannya.

Yang pasti masyarakat diminta menyaring setiap informasi yang diterima. Sebab, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberi deretan Data terbaru isu Hoaks corona virus.  Data tersebut direkap dari tanggal 24 Januari 2021 pukul 06.00 WIB hingga 25 Januari 2021 pukul 06.00 WIB. Lalu apa saja kabar bohong itu? 

1. [HOAKS] Pemilik SIM C dan A Dapat Bantuan Covid-19 Rp 900 dari Januari Hingga Mei 2021

Penjelasan: Beredar sebuah narasi di media sosial Facebook yang menyebutkan pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) C dan A akan mendapat bantuan Covid-19 sebesar Rp 900.000 yang akan diberikan mulai Januari hingga Mei 2021 dengan catatan SIM masih hidup. Pada narasi disertakan tautan yang diklaim sebagai cara untuk mengetahui apakah pemilik SIM C dan A mendapatkan bantuan Covid-19 sebesar Rp 900.000 itu.

Setelah ditelusuri, narasi yang menyebut pemilik SIM C dan A akan mendapat bantuan Covid-19 senilai Rp 900.000 selama Januari hingga Mei 2021 adalah tidak benar alias hoaks.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat untuk tidak mempercayainya. Selain itu, pada tautan yang disertakan dalam narasi tersebut bukan berisi formulir yang akan diisi untuk mengetahui pemilik SIM C dan A mendapat bantuan Covid-19, melainkan hanya foto potongan iklan rokok bertemakan jin dengan disertai tulisan NGIMPI!!.

2. [HOAKS] Nomor Telepon Satgas Covid-19 DKI

Penjelasan: Beredar sebuah pesan yang mencantumkan nomor telepon Satgas Covid-19 DKI dengan nomor 119 atau 081-112-112-119 atau 081-388-376-955. Dalam pesan tersebut diberitahukan kepada masyarakat apabila ada informasi mengenai Covid-19 yang kurang jelas dapat menghubungi nomor telepon tersebut atau Satgas Covid-19 di daerah masing-masing.

Berdasarkan hasil penelusuran melalui laman resmi Jakarta Tanggap Covid19 milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu corona,jakarta.go.id, nomor hotline yang dicantumkan dalam pesan tersebut keliru. Nomor layanan darurat Covid-19 DKI Jakarta adalah 112 atau 081-112-112-112 dan 081-388-376-955.

3. [Disinformasi] Foto Anak Korban Vaksin Covid-19

Penjelasan: Beredar di media sosial Facebook, sebuah postingan berupa foto seorang bayi yang diiringi dengan narasi yang mengklaim bahwa bayi tersebut merupakan korban vaksinasi Covid-19. 

Setelah dilakukan penelusuran melalui google search image, klaim yang menyebutkan bahwa foto tersebut merupakan anak korban vaksin Covid-19 adalah keliru. Faktanya, foto tersebut juga pernah diunggah pada tanggal 17 September 2016 dan tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19.

4. [Disinformasi] Jepang Batalkan Olimpiade 2021 karena Covid-19

Penjelasan: Sebuah akun media sosial Facebook mengunggah informasi yang menyebut bahwa Pemerintah Jepang secara pribadi menyimpulkan bahwa Olimpiade Tokyo 2021 akan dibatalkan akibat pandemi Covid-19. Dilansir dari hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pada situs NBC News dalam artikel berjudul "Japan denies as 'categorically untrue' report Tokyo Olympics could be cancelled" yang dipublikasikan sejak 22 Januari 2021, Wakil Ketua Kabinet Jepang, Manabu Sakai membantah klaim yang menyebut Olimpiade 2021 dibatalkan. Selain itu Gubernur Tokyo, Yuriko Koike meradang atas informasi klaim menyesatkan tersebut. Dia ingin membuat gugatan kepada orang yang menyebarluaskan Hoaks ini.

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Reporter