Light Dark

Vaksinasi Covid-19 untuk 1,47 Juta Tenaga Kesehatan Ditargetkan Selesai Februari

Nasional | 24 Jan 2021, 05:00 WIB

Vaksinasi Covid-19 untuk 1,47 Juta Tenaga Kesehatan Ditargetkan Selesai Februari

Nasional | 24 Jan 2021, 05:00 WIB
Sebanyak 1,8 juta vaksin Covid-19 dari perusahaan Sinovac, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (31/12/2020) dan langsung dikirimkan ke fasilitas penyimpanan vaksin Bio Farma di Bandung. | Instagram @biofarmaid/Istimewa

SUKABUMIUDPAET.com - Kementerian Kesehatan menargetkan program vaksinasi terhadap 1,47 juta tenaga kesehatan di Indonesia akan selesai pada Februari. Sejak dimulai pada 13 Januari 2021 lalu, vaksinasi telah dilakukan di seluruh Indonesia.

"Proses vaksinasi ini juga akan terus berjalan pada seluruh tenaga kesehatan dan diharapan hingga februari kami bisa mencapai target 1,47 (juta) tenaga kesehatan," ujar Juru Bicara Program Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers daring, Sabtu, 23 Januari 2021.

Sejauh ini, Nadia mengatakan telah ada 172.901 orang yang mengakses untuk mendapat vaksinasi. Mereka berasal dari 13.525 fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota, di 34 provinsi. Dari jumlah itu, Nadia mengatakan masih ada sekitar 27 ribu tenaga kesehatan yang kemudian belum mendapatkan vaksinasi.

"Dikarenakan batal atau pun ditunda dengan sejumlah beberapa alasan. Yang antara lain misalnya saat tekanan darah, saat screening tekanan darahnya lebih dari 140 per 90. kemudian ada yang merupakan penyintas Covid-19, sedang menyusui atau memiliki komorbid lainnya," kata Nadia.

Nadia mengatakan, masih ada 888.282 tenaga kesehatan yang sudah mulai diberikan undangan vaksinasi pada 21 Januari. Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di tahap pertama, kata dia, kemungkinan mereka ada di kelompok kedua.

Nadia mengingatkan kembali bahwa vaksinasi ini sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan. Vaksinasi, kata dia, dapat mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat Covid-19. Ia mengatakan saat ini tercatat sudah lebih dari 600 tenaga kesehatan yang meninggal karena virus tersebut.

Sumber: TEMPO.CO

 

 

 

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Reporter